Kompas.com - 25/04/2014, 14:01 WIB
Kerusuhan di Provinsi Xinjiang, China bagian barat, Rabu (26/6/2013), menyebabkan 27 orang tewas. Dalam foto di atas, warga China etnis Han berpawai dalam bentrokan antara etnis di daerah itu tahun 2009. AFPKerusuhan di Provinsi Xinjiang, China bagian barat, Rabu (26/6/2013), menyebabkan 27 orang tewas. Dalam foto di atas, warga China etnis Han berpawai dalam bentrokan antara etnis di daerah itu tahun 2009.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah lokal di sebuah daerah di Xinjiang, China, Jumat (25/4/2014), menawarkan uang bagi warga di wilayah bergolak Xinjiang yang melaporkan tetangganya yang memelihara janggut.

Para pejabat di wilayah Shaya menawarkan uang antara Rp 80.000 hingga Rp 80 juta bagi warga yang memberikan informasi termasuk mereka yang menumbuhkan janggut. Demikian harian The Global Times melaporkan.

Selain itu, hadiah uang juga diberikan untuk warga yang memberikan informasi terkait warga lokal yang melakukan aktivitas keagamaan ilegal. Begitu kabar dari The Daily Times tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Bentrokan berdarah kerap terjadi di Xinjiang antara pemerintah dan kelompok minoritas Uighur yang mayoritas memeluk agama Islam.

Bagi etnis Uighur, menumbuhkan cambang dan janggut tak hanya merupakan tradisi keagamaan namun juga merupakan salah satu dari budaya mereka.

Pemerintah Xinjiang juga meluncurkan kampanye yang mereka sebut sebagai "Proyek Kecantikan", yaitu mendorong warga lokal untuk tidak mengenakan kerudung, yang banyak dikenakan para perempuan Uighur.

Bahkan di ibu kota Xinjiang, Kashgar terdapat aturan bagi mereka yang akan memasuki kantor-kantor pemerintah, bank atau pengadilan maka untuk perempuan harus melepas kerudung sementara pria harus mencukur bersih cambang dan janggut mereka.

Xinjiang, yang meliputi seperenam wilayah China, adalah kawasan strategis bagi China karena berhadapan langsung dengan Asia Tengah dan memiliki deposit minyak dan gas bumi dalam jumlah yang cukup besar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.