Panggilan Darurat Pertama Kapal Tenggelam di Korea Selatan Datang dari Telepon Bocah

Kompas.com - 23/04/2014, 04:10 WIB
Crane dari kilang lepas pantai, Jumat (18/4/2014), telah berada di lokasi tenggelamnnya kapal feri Sewol di perairan di sekitar pulau resor Jeju, Korea Selatan. Hingga Jumat malam, 28 penumpang kapal dipastikan tewas, 179 selamat, dan 268 orang masih belum ditemukan. AFP PHOTO / JUNG YEON-JE Crane dari kilang lepas pantai, Jumat (18/4/2014), telah berada di lokasi tenggelamnnya kapal feri Sewol di perairan di sekitar pulau resor Jeju, Korea Selatan. Hingga Jumat malam, 28 penumpang kapal dipastikan tewas, 179 selamat, dan 268 orang masih belum ditemukan.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JINDEON, KOMPAS.com — Panggilan darurat pertama dari feri Sewol yang pada Rabu (16/4/2014) tenggelam di perairan Korea Selatan datang bukan dari kru. Kontak pertama ke layanan darurat dari kapal tersebut, sebagaimana CNN sudah mendapat konfirmasi dari penjaga pantai Korea Selatan, disampaikan seorang bocah menggunakan telepon genggamnya.

JTBC, afiliasi lokal CNN, melaporkan bahwa anak itu menghubungi nomor darurat Korea Selatan dan mengatakan, "Tolong kami. Perahu tenggelam." Sampai saat ini belum diketahui apakah anak ini selamat.

Sekitar tiga menit kemudian, kata petugas penjaga pantai kepada CNN, barulah awak kapal melakukan panggilan darurat kepada para pejabat maritim. Informasi terbaru ini menambah lagi pertanyaan tentang perilaku awak kapal, yang sembilan di antaranya telah ditangkap dengan tuduhan kelalaian hingga pembunuhan.

Pemerintah Korea Selatan, misalnya, menghadapi pertanyaan bagaimana bisa perwira ketiga yang tak berpengalaman dapat mengemudikan kapal pada saat kecelakaan terjadi. Lalu, dipertanyakan pula sedikitnya sekoci yang diturunkan untuk penyelamatan penumpang serta alasan awak kapal memerintahkan para penumpang mengenakan jaket pelampung, tetapi meminta para penumpang tetap berada di tempatnya saat itu.

Hingga Selasa (22/4/2014), 121 orang sudah dipastikan meninggal akibat kecelakaan ini. Adapun 181 penumpang masih dinyatakan hilang. Pada saat kecelakaan, ada 476 penumpang terdaftar di atas kapal ini.

Jumlah korban meninggal diperkirakan masih akan terus bertambah. Saat ini para penyelam sedang berusaha memasuki kafetaria kapal yang diduga sedang dipenuhi penumpang saat kecelakaan terjadi.

Pencarian korban berlangsung

Para penyelam dapat menjangkau bagian kantin kapal ini pada Selasa sore. Koh Myung-seok, juru bicara satuan tugas, mengatakan, otoritas setempat berpendapat ada kemungkinan banyak korban di lokasi ini karena kecelakaan terjadi pada jam sarapan.

Tim penyelamat akan terus fokus Rabu di dek ketiga dan keempat dari lima lima tingkat kapal. Para penyelam mencari korban dengan panduan tali untuk membantu mereka memasuki kapal. "Penyelam bahkan tidak bisa melihat tangan mereka," kata Koh.

Bard Yon, salah satu penyelam, mengatakan kondisi yang sangat buruk dalam pencarian ini. "Hati saya sakit," ujar dia. "Kami selalu berpikir kemungkinan ada korban selamat," lanjut Yon. "(Namun) ketika kami kembali tanpa membawa apa pun, kami bahkan tak sanggup berhadapan dengan keluarga korban."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X