Cuma Satu Kru yang Jadi Pahlawan dari Kapal Tenggelam di Korea Selatan...

Kompas.com - 22/04/2014, 03:39 WIB
Foto Park Jee Young, satu-satunya kru feri Sewol, kapal yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), yang disebut oleh para korban selamat sebagai pahlawan. Dia menjadi satu dari 87 orang yang tewas, hingga Senin (21/4/2014). Dalam musibah ini, 215 orang masih hilang, dari total 476 orang di atas kapal ketika kapal tenggelam. CNN.comFoto Park Jee Young, satu-satunya kru feri Sewol, kapal yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), yang disebut oleh para korban selamat sebagai pahlawan. Dia menjadi satu dari 87 orang yang tewas, hingga Senin (21/4/2014). Dalam musibah ini, 215 orang masih hilang, dari total 476 orang di atas kapal ketika kapal tenggelam.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SEOUL, KOMPAS.com — Satu per satu kru kapal Sewol, feri yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014) pagi, ditangkap atas tuduhan kelalaian. Hanya satu kru yang dianggap menjadi pahlawan. Dia adalah perempuan berumur 22 tahun, Park Jee Young, yang kemudian menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan itu.

Saksi yang juga para korban selamat mengatakan, Park adalah kru yang membantu mereka menyelamatkan diri dari kapal dan membagikan jaket pelampung. Saat satu penumpang sudah meninggalkan kapal yang dengan cepat tenggelam, Park segera berupaya menjangkau penumpang lain untuk menyelamatkannya.

Ketika orang-orang menanyai Park kenapa dia tak mengenakan jaket pelampung, dia menjawab bahwa awak kapal akan menjadi orang terakhir yang menyelamatkan diri, dan dia berkewajiban terlebih dahulu membantu orang lain menyelamatkan diri. Pada Senin (21/4/2014), jasad Park disemayamkan di rumah duka di kota Incheon.

CNN.com Deretan karangan bunga memenuhi lorong menuju ruang persemayaman bagi Park Jee Young di Incheon, Korea Selatan, Senin (21/4/2014). Park Jee Young adalah satu-satunya kru feri Sewol, kapal yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), yang disebut oleh para korban selamat sebagai pahlawan. Dia menjadi satu dari 87 orang yang tewas, hingga Senin. Dalam musibah ini, 215 orang masih hilang, dari total 476 orang di atas kapal ketika kapal tenggelam.

Park menjadi satu dari 87 korban tewas dari kecelakaan kapal itu, dengan 215 orang masih dinyatakan hilang hingga Senin, dari total 476 orang di atas kapal pada saat kecelakaan terjadi. Pada salah satu hari persemayaman, seorang pria dengan luka terbebat di kepalanya muncul di ruang persemayaman Park.

Saat kerabat Park menanyakan hubungan lelaki itu dengan Park, jawabannya adalah dia merupakan salah satu korban luka dari feri yang tenggelam tersebut, dan dia berutang nyawa pada Park. Kata dia, Park adalah orang yang memberinya handuk untuk menghentikan pendarahan luka di kepalanya dan membantu dia keluar dari kapal ketika air terus "menelan" kapal.

"Dia sangat bertanggung jawab dan begitu baik," kata nenek Park, Jung Jee Kwon, yang duduk di lantai, bersandar di dinding, tak mampu berdiri lagi, di ruang persemayaman. Anggota keluarga yang lain berlutut mengitari Jung, memegang tangannya, dan menangis bersamanya.

Bunga krisan dan lili putih memenuhi lorong menuju ruang persemayaman Park. Bersama deretan bunga itu, tertempel beragam pesan antara lain "kami tak akan melupakan semangat mulia Anda", "kami akan selalu ingat pengorbanan Anda", atau "hero".

Selain itu, sudah muncul pula petisi online yang mendesak pemerintah memberi Park penghargaan Good Samaritan, penghargaan untuk para pahlawan terkait pengorbanan saat memberikan pertolongan bagi orang lain.

Keluarga Park pun bercerita, gadis ini punya cita-cita belajar di perguruan tinggi. Namun, dia merasa bertanggung jawab atas keluarganya, setelah sang ayah meninggal dua tahun lalu. Oleh karenanya, pada 2012, dia bergabung ke perusahaan feri yang mengoperasikan Sewol, dan baru enam bulan lalu menjadi awak sebagai bukti kinerjanya.

"Sangat tidak adil bahwa Jee Young kami harus mati, sementara kapten menyelamatkan diri," kata bibi Park yang menolak menyebutkan namanya. "Jee Young sangat bertanggung jawab, dan kapten hanya lari."

Baca tentang


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X