Pencarian Bawah Air Hampir Rampung, Keberadaan MH370 Masih Belum Diketahui

Kompas.com - 21/04/2014, 13:49 WIB
Bluefin-21, sebuah perangkat sonar sepanjang 4.93 meter, akan segera diturunkan ke bawah laut untuk mencari kotak hitam MH370. AFPBluefin-21, sebuah perangkat sonar sepanjang 4.93 meter, akan segera diturunkan ke bawah laut untuk mencari kotak hitam MH370.
EditorEgidius Patnistik
PERTH, KOMPAS.COM - Wilayah pencarian di bawah air untuk pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang telah mencapai dua pertiga dari yang telah direncanakan. Namun sejauh ini tidak ada tanda-tanda tentang keberadaan pesawat itu, kata para pejabat Australia, Senin (21/4/2014).

Sebanyak 10 pesawat militer dan 11 kapal laut sedang ambil bagian dalam pencarian pesawat yang membawa 239 orang ketika menghilang pada tanggal 8 Maret dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

Tidak ada puing-puing pesawat itu yang telah ditemukan meskipun ada pencarian udara dan laut yang intens dan harapan kini berpusat pada wahana robot bawah air Bluefin-21 untuk menemukan reruntuhannya di dasar laut Samudera Hindia.

"Bluefin-21 telah mencari sekitar dua pertiga dari daerah pencarian di bawah air yang difokuskan saat ini," kata pusat koordinasi tim pencarian dalam sebuah pernyataan. "Tidak ada kontak menarik yang telah ditemukan hingga saat ini."

Bluefin-21 sejauh ini telah melakukan delapan misi ke kedalaman lautan Samudera Hinda tetapi semuanya tanpa hasil. "Misi kesembilan Bluefin-21 akan dimulai pagi ini," kata pusat koordinasi itu.

Pesawat Malaysia Airline MH370 secara dialihkan secara misterius dari perjalanannya menuju Beijing dan diperkirakan telah berakhir di Samudera Hindia.

Pihak berwenang yakin sinyal akustik yang dilacak dari dasar laut di pantai barat Australia oleh peralatan khusus AS, yang dikenal sebagai pinger locator, merupakan petunjuk terbaik sejauh ini dalam memecahkan misteri tersebut. Karena baterai kotak hitam pesawt itu saat diperkirakan telah habis, para ahli lalu menjelajahi dasar laut di sekitar lokasi sinyal itu berasal untuk menemukan sumber sinyal (kotak hitam) itu.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X