Kompas.com - 18/04/2014, 21:25 WIB
Sejumlah helikopter penyelamat terbang di atas sebuah kapal penumpang Korea Selatan, berusaha untuk menyelamatkan para penumpang dari kapal yang sedang tenggelam di lepas pantai selatan Korea Selatan, Rabu (16/4/2014). Sebuah kantor pemerintah mengatakan kapal penumpang yang membawa sekitar 470 orang mengirimkan panggilan darurat setelah mulai miring ke satu sisi. 

AP Photo/YonhapSejumlah helikopter penyelamat terbang di atas sebuah kapal penumpang Korea Selatan, berusaha untuk menyelamatkan para penumpang dari kapal yang sedang tenggelam di lepas pantai selatan Korea Selatan, Rabu (16/4/2014). Sebuah kantor pemerintah mengatakan kapal penumpang yang membawa sekitar 470 orang mengirimkan panggilan darurat setelah mulai miring ke satu sisi.
EditorBambang Priyo Jatmiko

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang wakil kepala sekolah yang selamat dari kecelakaan feri di Korea Selatan, ditemukan tewas gantung diri di Jindo, sebuah pulau dekat kapal yang tenggelam tempat evakuasi para korban, Jumat (18/4/2014).

Wakil kepala sekolah yang bunuh diri itu adalah pemimpin kelompok 325 siswa yang sedang bertamasya menggunakan feri nahas tersebut. Dia sebelumnya sempat meninggalkan pesan, bahwa dia merasa bersalah karena hidup, sementara lebih dari 200 murid-muridnya hilang.

Dari keterangan resmi pihak kepolisian, wakil kepala sekolah yang bunuh diri tersebut diidentifikasi bernama Kang Min-kyu. Dalam pesannya Kang mengatakan, ia ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi karena ia telah memimpin perjalanan. Dia juga meminta agar tubuhnya dikremasi dan abunya disebar di lokasi kecelakaan.

Para pejabat setempat mengatakan, ada 179 korban dan sekitar 270 orang masih hilang. Dari korban tersebut, kebanyakan adalah siswa SMA yang berusia antara 16-17 tahun. Kemungkinan bisa bertahan hidup dari para korban yang hilang saat ini semakin tipis.

Kapal itu meninggalkan pelabuhan Incheon pada hari Selasa pekan ini untuk menempuh perjalanan semalam menuju Pulau Jeju. Total penumpang mencapai 475 orang. Untuk mencegah kapal tenggelam, penyelam Angkatan Laut memasang kantong udara bawah kapal seberat 6.852 itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.