Gabriel Garcia Marquez Berpulang... - Kompas.com

Gabriel Garcia Marquez Berpulang...

Kompas.com - 18/04/2014, 05:52 WIB
AFP PHOTO/Ivan Garcia Gabriel Garcia Marquez, penulis novel, perintis aliran jurnalisme New Media, dan penerima Nobel Sastra pada 1982, meninggal di kediamannya di Mexico City, Meksiko, Kamis (17/4/2014). Foto ini merupakan dokumen dari gambar yang diambil pada 23 November 2007.

MEXICO CITY, KOMPAS.com -- Pemenang Nobel Sastra Gabriel Garcia Marquez, penulis cerita fiksi memabukkan tentang fatalisme, fantasi, kekejaman, sekaligus aksi kepahlawan, berpulang, Kamis (17/4/2014).

Garcia Marquez adalah salah satu penulis yang paling dihormati dan berpengaruh dari generasinya. Dia membawa pesona kontradiksi menjengkelkan Amerika Latin ke pikiran jutaan orang pembaca karyanya.

Sebutan praktisi "realisme magis" belakangan melekat padanya. Sebuah perpaduan unsur fantastis dalam kemampuannya menggambarkan kehidupan sehari-hari. Lalu, cerita epik Garcia Marquez berakhir pada Kamis, dalam usia 87 tahun, di rumahnya di selatan Mexico City, Meksiko.

Dikenal jutaan orang sebagai Gabo, Garcia Marquez adalah penulis berbahasa Spanyol paling populer setelah Miguel de Cervantes yang hidup pada abad ke-17. Dia memunculkan perbandingan dirinya dengan Mark Twain dan Charles Dickens.

Karya-karyanya, seperti Chronicle of a Death Foretold, Love in the Time of Cholera, dan Autumn of the Patriarch laris manis melebihi karya cetak apa pun dalam bahasa Spanyol, selain Injil. Novel epik yang dia tulis pada 1967, "One Hundred Years of Solitude" terjual lebih dari 50 juta kopi dan diterjemahkan ke lebih dari 25 bahasa.

Bersama Norman Mailer dan Tom Wolfe, Garcia Marquez adalah praktisi awal penulisan nonfiksi sastra yang kemudian dikenal sebagai "New Journalism". Dia meninggalkan jejak jurnalisme sastrawinya itu berupa karya-karya seperti Story of A Shipwrecked Sailor, yang bertutur tentang kehidupan pelaut yang bertahan hidup selama 10 hari terombang-ambing di lautan.

Pada 1994, Garcia Marquez mendirikan Iberoamerican Foundation for New Journalism, yang memberikan pelatihan dan kompetisi untuk meningkatkan standar jurnalistik naratif dan investigasi bagi para wartawan di seantero Amerika Latin.

Novel dan karya Garcia Marquez pada akhirnya menjadi identik dengan gambaran Amerika Latin. Menerima Nobel pada 1982, dia menggambarkan Amerika Latin sebagai sumber kreativitas yang tak pernah terpuaskan, penuh kesedihan sekaligus keindahan, bergantian oleh keberuntungan. Puisi dan pengemis, musisi dan para nabi, prajurit dan bajingan, menjadi realitas tak terkendali.

"Kami harus bertanya dengan sedikit imajinasi, untuk masalah penting kami tentang kurangnya cara konvensional yang bisa membuat hidup kami lebih dapat diyakini," kata Garcia Marquez.

Gerald Martin, penulis biografi setengah resmi Garcia Marquez, mengatakan kepada Associated Press bahwa One Hundred Years of Solitude adalah novel pertama yang menggambarkan pengakuan Amerika Latin tentang diri mereka sendiri, mendefinisikan keberadaan mereka, merayakan semangat mereka, intensitas mereka, spiritual sekaligus takhayul, serta kecenderungan mereka untuk gagal.

The Royal Academy Spanyol, "wasit" bahasa, memperingati 40 tahun penerbitan novel tersebut dengan membuat edisi khusus. Cara peringatan penerbitan serupa sebelumnya hanya terjadi untuk satu karya lain, Don Quijote, karya Cervantes.

Seperti kebanyakan penulis Amerika Latin, Garcia Marquez melampaui dunia huruf. Dia menjadi pahlawan bagi kaum kiri Amerika Latin, menjadi sekutu awal pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro, sekaligus pengkritik intervensi Washington ke Vietnam hingga Cile.

Selama bertahun-tahun Garcia Marquez tak bisa mendapatkan visa kunjungan ke Amerika Serikat, tetapi para pemimpin negara, termasuk Amerika, terus mendekatinya. Bill Clinton dan Francois Mitterand adalah dua di antara presiden yang menjadi temannya.

Garcia Marquez lahir di Aracataca, sebuah kota kecil dekat pantai Karibia Kolombia pada 6 Maret 1927. Ia adalah anak tertua dari 11 anak-anak Luisa Santiaga Marquez dan Gabriel Garcia Elijio, pengirim kawat dan apoteker homeopati berkeliaran yang juga adalah ayah dari setidaknya empat anak-anak di luar pernikahannya.

Penulis yang bertutur fakta seolah cerita fiksi ini mulai kehilangan ingatan ketika usianya memasuki 80-an tahun. Karya terakhirnya adalah Memories of My Melancholy Whores yang terbit pada 2004. Dia meninggalkan seorang istri dan dua putra.


EditorPalupi Annisa Auliani

Close Ads X