Kompas.com - 15/04/2014, 17:02 WIB
Seorang pengunjuk rasa Palestina, menutupi kepalanya dengan tas plastik untuk menghindari efek gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel dalam bentrok di desa Nilin, West Bank pada 17 Desember 2010. AFPSeorang pengunjuk rasa Palestina, menutupi kepalanya dengan tas plastik untuk menghindari efek gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel dalam bentrok di desa Nilin, West Bank pada 17 Desember 2010.
EditorErvan Hardoko
RAMALLAH, KOMPAS.com — Seorang perempuan Palestina meninggal dunia di rumah sakit setelah mengisap gas air mata yang dilepaskan pasukan Israel untuk membubarkan pengunjuk rasa di kota Bethlehem, Tepi Barat. Demikian penjelasan para pejabat setempat, Selasa (15/4/2014).

"Kejadian itu terjadi Senin malam, saat tentara Israel menembakkan gas air mata di dekat kediaman perempuan itu yang memang mengalami gangguan kesehatan," kata seorang petugas kesehatan Palestina.

Perempuan berusia 40-an itu, lanjut petugas tersebut, meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Insiden tersebut terjadi di kamp pengungsi Ayda di sebelah timur laut Bethlehem, di mana warga Palestina kerap terlibat bentrok dengan pasukan Israel.

Namun, pihak angkatan darat Israel membantah asap yang ditimbulkan peluru gas air mata bisa mengakibatkan kematian.

"Kematian perempuan itu tidak terkait alat yang digunakan militer untuk membubarkan angkatan darat, termasuk gas air mata," kata seorang juru bicara militer Israel.

Juru bicara itu membenarkan telah terjadi bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel di Bethlehem, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sebuah insiden serupa pada Januari lalu, seorang pria Palestina berusia 85 tahun meninggal di kediamannya setelah mengisap asap gas air mata yang ditembakkan pasukan Israel di kota Nablus, Tepi Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.