Kompas.com - 15/04/2014, 14:55 WIB
Presiden China, Xi Jinping Thumas Muko/ReutersPresiden China, Xi Jinping
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.COM — Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mendesakkan integrasi lanjutan kemampuan pertahanan udara dan ruang angkasa negara itu. Sejumlah pakar, Selasa (15/4/2014), menggambarkan hal itu sebagai tanggapan terhadap militerisasi ruang angkasa oleh sejumlah negara saingan, termasuk Amerika Serikat.

Tiongkok menyatakan, program ruang angkasanya yang ambisius itu ialah untuk tujuan damai. Namun, klaim tersebut pertama kali dipertanyakan tahun 2007 ketika militer negara itu menggunakan sebuah rudal yang berbasis darat untuk menghancurkan salah satu satelitnya sendiri di orbit.

Menurut beberapa situs spesialis, Tiongkok pada Mei tahun lalu juga menguji sebuah rudal balistik anti-satelit yang baru.

Xi mengatakan kepada angkatan udara negara itu untuk "mempercepat integrasi ruang angkasa dan mempertajam kemampuan ofensif dan defensif mereka". Demikian kata kantor berita resmi Xinhua, Senin malam, dalam sebuah laporan yang tidak merinci bagaimana hal ini harus dilakukan. Harian milik negara Tiongkok, China Daily, Selasa, mengutip Wang Ya'nan, wakil pemimpin redaksi majalah Aerospace Knowledge di Beijing, mengatakan langkah itu sebagai tanggapan terhadap "kebutuhan zaman".

"Amerika Serikat telah memberikan perhatian dan sumber daya yang cukup untuk mengintegrasikan kemampuan di udara dan ruang angkasa, dan sejumlah negara lain juga telah bergerak secara progresif ke arah militerisasi ruang angkasa," kata Wang.

"Walaupun Tiongkok telah menyatakan bahwa pihaknya fokus pada penggunaan ruang angkasa untuk tujuan damai, kita harus memastikan bahwa kita memiliki kemampuan untuk memenuhi operasi lain di ruang angkasa."

Artikel China Daily itu menyatakan, "ide menggabungkan kemampuan udara dan ruang angkasa bukanlah hal yang baru bagi angkatan udara Tiongkok".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, program luar angkasa Tiongkok sebelumnya lebih terfokus pada perdagangan dan ilmu pengetahuan ketimbang pertahanan.

Beijing menganggap program itu sebagai simbol peningkatan peran global dan kemajuan teknologinya, serta sebagai keberhasilan Partai Komunis dalam membalikkan nasib bangsa yang dulu miskin itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.