Kompas.com - 11/04/2014, 20:31 WIB
EditorErvan Hardoko

"Namun, mereka tak pernah bertengkar. Mereka memiliki pendapat yang sama. Jika salah satu ingin bermain maka yang lain setuju," lanjut dia.

Lebih jauh Raj mengatakan, dia tidak akan mengizinkan dokter memisahkan kedua anak itu, meski dia memiliki cukup uang untuk membiayai sebuah pembedahan.

"Tuhan menciptakan mereka seperti ini. Jadi mereka akan tetap seperti ini dan saya tak ingin hal lainnya," lanjut Raj.

"Bahkan jika dokter mengatakan bisa memisahkan mereka, saya tak akan membiarkannya. Saya yang akan memelihara mereka dan saya tak membutuhkan bantuan," Raj menegaskan.

Foto Shivram dan Shivanath sudah diperlihatkan ke Dr Krishnan Chugh, kepala kedokteran anak di Fortis Memorial Research Institute, di Gurgaon, dekat New Delhi. Dr Chugh yakin bahwa pemisahan kembar siap ini sangat dimungkinkan, tetapi dengan konsekuensi drastis untuk Shivanath.

Saat Shivram bisa memiliki kedua kaki dan bisa memulai kehidupan normal, maka Shivanath akan hidup tanpa kaki dan membutuhkan bantuan sepanjang hidupnya. Pembedahan juga membutuhkan biaya besar dan waktu rehabilitasi yang lama, baik dari sisi fisik maupun psikologi.

Meski ayah si kembar bersikukuh tidak akan memisahkan kdua anak itu, Dr Chugh yakin seiring berjalannya waktu keinginan itu akan berubah.

"Mereka sudah 12 tahun sekarang dan mereka pasti melihat anak-anak lain berlarian sebagai individu dan terpisah secara fisik dan mental," ujar Dr Chugh.

"Seberapa besar mereka termotivasi untuk hidup seperti kawan-kawannya, itu yang harus kita coba dan dorong," tambah dokter itu.

Kondisi Shivanath dan Shivram mengingatkan kondisi serupa yang dialami kembar siam Ganga dan Jamuna Mondal dari Bengal Barat, India.

Mereka mencari nafkah dengan tampil di sebuah sirkus dengan nama panggung "The Spider Sisters" dan mendapat penghasilan 26 poundsterling semalam. Kembar siam ini diyakini berusia 40-an dan keduanya menikahi seorang pekerja sirkus bernama Gadadhar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.