Kompas.com - 11/04/2014, 20:31 WIB
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com -- Shivanath dan Shivram Sahu dilahirkan sebagai bayi kembar siam 12 tahun lalu. Namun, warga desa kecil di dekat Raipur, India tengah, melihat bayi kembar siam di pinggang itu sebagai titisan dewa.

Bahkan saat seorang dokter datang dan mengatakan dia bisa memisahkan kedua anak itu, kembar yang memiliki dua kaki dan empat tangan itu menolak untuk dipisahkan.

"Kami tak ingin dipisahkan. Kami ingin tetap seperti ini hingga kami tua nanti. Kami ingin hidup apa adanya," kata Shivram.

Meski Shivram dan Shivanath harus berbagi kaki dan melakukan semua kegiatan mereka berdua, mereka bisa melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mencuci, memakai pakaian, dan kegiatan lain layaknya manusia normal.

Keduanya diyakini hanya memiliki satu perut, tetapi memiliki paru, jantung, dan otak yang terpisah.

"Kami sudah berlatih untuk melakukan semuanya sendiri. Kami mengendarai sepeda ke sekolah dan tak ada masalah saat bermain kriket," kata Shivanath yang tampaknya menjadi anak yang lebih lemah dari kembar siam ini.

Tak hanya mampu mengerjakan kegiatan fisik nyaris tanpa halangan, keduanya juga memiliki otak yang encer. Shivanath dan Shivram berada di jajaran murid-murid terpandai di sekolahnya. Hal itu sangat membanggakan ayah si kembar, Raj Kumar (45).

Raj Kumar yang bekerja sebagai seorang buruh menikahi istrinya Srimati dan memiliki lima anak perempuan. Raj sangat protektif terhadap anak kembarnya ini dan melarang mereka meninggalkan desa.

"Orang lain mungkin senang melihat anak-anak saya itu. Namun, hanya sayalah yang memahami masalah yang mereka hadapi," kata Raj Kumar.

Saat hujan tiba, lanjut Raj, sangat sulit bagi kedua anak itu berjalan. Dan saat duduk, salah satu dari mereka harus berbaring.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.