Kompas.com - 10/04/2014, 23:06 WIB
EditorErvan Hardoko
DEN HAAG, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Belanda, Kamis (10/4/2014), akan membayar uang kompensasi sebesar 20.000 euro atau sekitar Rp 317 juta untuk keluarga Muslim Bosnia korban pembantain Srebrenica pada 1995.

Pernyataan itu menyusuk keputusan bersejarah pengadilan Belanda tahun lalu yang menyatakan negara bertanggung jawab atas kematian sekitar 8.000 pria Bosnia itu.

Ini adalah kali pertama pemerintah Belanda melakukan aksi bertanggung jawab atas "kesalahan" pasukan Belanda yang bertugas di bawah mantan pasukan penjaga perdamaian PBB di Srebrenica.

"Kami menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam kepada para keluarga korban dan kami harap ini (kompensasi) bisa membantu mengatasi rasa kehilangan mereka," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Belanda, Klaas Meijer.

Uang kompensasi itu diberikan sebagai ganti rugi atas kerusakan psikologi yang diderita empat kerabat tiga pria yang tewas dalam pembantaian itu.

"Uang kompensasi lain akan diberikn untuk kerugian material seperti hilangnya mata pencaharian akibat pembunuhan itu," tambah Meijer.

Uang kompensasi itu akan diberikan kepada mantan penerjemah PBB Hasan Nuhanovic yang kehilangn ayah, ibu dan saudara laki-lakinya dalam pembantaian yang dilakukan pasukan Serbia Bosnia setelah pasukan Belanda mengusir mereka dari pangkalan PBB yang mereka jaga.

Rizo Mustafic, seorang ahli listrik di pangkalan PBB itu, juga tewas setelah diserahkan kepada pasukan Serbia Bosnia. Janda dan putra Mustafic masiing-masing akan menerima kompensasi sebesar 20.000 euro atau sekitar Rp 317 juta.

Pembantaian Srebrenica adalah peristiwa paling berdarah di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II. Sebanyak 8.000 orang pria dan anak laki-laki Muslim dibantai pasukan Serbia Bosnia pimpinan Jenderal Ratko Mladic pada 1995.

Saat itu, pasukan Serbia Bosnia menyerbu Srebrenica yang seharusnya merupakan sebuah kantung aman bagi warga Muslim Bosnia. Warga kemudian meminta bantuan pasukan Belanda yang menjaga sebuah pangkalan PBB di Srebrenica.

Namun, pasukan Belanda yang hanya dibekali persenjataan ringan tak bisa berbuat banyak saat pasukan Serbia Bosnia kemudian menggiring warga Muslim menuju kematian mereka.

Ratko Mladic yang kemudian dijuluki "Jagal dari Bosnia" dan mantan politisi Serbia Bosnia, Radovan Karadzic kini tengah menjalani persidangan dengan dakwaan melakukan genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kedua orang itu menjalani sidangnya di pengadilan khusus kejahatan perang Yugoslavia di Den Haag, Belanda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.