Kompas.com - 10/04/2014, 19:37 WIB
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Direktur Pengelola Kereta Api SRT Thailand Phirakan Kaeowongwattana berakhir kariernya hari ini, Kamis (10/4/2014). Pemicunya, investigasi yang menguatkan dugaan kalau Phirakan membuat daftar riwayat hidup (CV) palsu untuk mendapatkan jabatan yang diembannya kini.

Adalah penjabat sementara Menteri Transportasi Chadchart Sittipunt yang mengambil keputusan memecat Phirakan. Sejatinya, kasus dugaan ini sudah mengemukan pada Juli setahun silam, tulis laman Bangkok Post.

Atas tindakan itu, Phirakan bisa berhadapan dengan dakwaan sipil dan kriminal. Phirakan meneken kontrak bekerja dengan SRT pada Mei 2013. Saat menjabat, Phirakan menjabat, dirinya mendapat gaji bulanan sekitar 120.000 baht atau setara dengan Rp 220 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.