Kompas.com - 08/04/2014, 17:22 WIB
Para penumpang kereta api di stasiun Quetta terlantar setelah semua perjalanan kereta api ditunda akibat ledakan bom yang menghantam kereta api Jaffar Express rute Rawapindi-Pakistan. Ledakan bom itu menewaskan enam orang. BANARAS KHAN / AFPPara penumpang kereta api di stasiun Quetta terlantar setelah semua perjalanan kereta api ditunda akibat ledakan bom yang menghantam kereta api Jaffar Express rute Rawapindi-Pakistan. Ledakan bom itu menewaskan enam orang.
EditorErvan Hardoko
QUETTA, KOMPAS.com - Sebuah bom meledak dalam sebuah kereta api di wilayah barat data Pakistan yang bergolak, Selasa (8/4/2014), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 40 orang lainnya. Demikian keterangan otorita setempat yang menambahkan jumlah korban kemungkinan meningkat.

Ledakan terjadi saat kereta api itu berhentin di stasiun Sibi, sekitar 160 kilometer sebelah selatan ibu kota provinsi Baluchistan, Quetta.

"Kami sudah menemukan 11 korban tewas yang seluruhnya dalam kondisi hangus. Seorang korban lagi meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit," kata seorang perwira polisi Mohammad Nazar.

Nazar menambahkan akibat ledakan bom itu dua gerbong kereta api itu dilalap api, namun petugas sudah berhasil memadamkan kobaran api. Sementara semua korban luka saat ini dirawat di sebuah rumah sakit militer di kota Sibi.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom ini. Namun, insiden itu terhadi sehari setelah pasukan paramiliter Pakistan menggelar operasi militer di Baluchistan dan menewaskan 40 orang anggota pemberontak.

Provinsi Baluchistan yang kaya sumber alam itu, telah menjadi ajang pemberontakan sejak 2004. Kelompok nasionalis Baluchistan berusaha menghentikan apa yang mereka anggap sebagai eksploitasi kekayaan alam setempat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.