Kompas.com - 07/04/2014, 19:23 WIB
Seorang perempuan Uighur berteriak di depan pasukan paramiliter China di ibu kota wilayah otonomi Uighur, Urumqi pada Juli 2009. Aksi unjuk rasa dan kekerasan kerap terjadi di Xinjiang karena warga Uighur merasa disisihkan oleh etnis Han yang adalah pendatang.

AP/Ng Han GuanSeorang perempuan Uighur berteriak di depan pasukan paramiliter China di ibu kota wilayah otonomi Uighur, Urumqi pada Juli 2009. Aksi unjuk rasa dan kekerasan kerap terjadi di Xinjiang karena warga Uighur merasa disisihkan oleh etnis Han yang adalah pendatang.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com - Gubernur Xinjiang, Nur Bekri, Senin (7/4/2014), mengklaim kelompok militan Islam Xinjiang dikabarkan sudah memaksa melarang sebagian warga provinsi itu tertawa di pesta pernikahan dan menangis di pemakaman.

Seperti dikutip harian Xinjiang Daily, Gubernur Nur Bekri mengatakan, perilaku kelompok militan ini memanfaatkan kepercayaan warga terutama "orang-orang muda yang belum pernah melihat dunia".

Xinjiang yang didiami etnis Uighur, secara tradisional menjalankan Islam secara moderat, namun banyak warga Uighur kini mulai mempraktikkan Islam seperti di Arab Saudi dan Pakistan, misalnya perempuan diharusnya mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh dan wajah.

Nur Bekri, yang juga etnis Uighur, menuding kelompok militan di Xinjiang berupaya melupakan tradisi dan budaya Uighur dan ingin menerapkan sebuah komunitas teokratis yang ketat.

"Mereka sudah memaksa warga untuk tidak menonton televisi, mendengarkan radio, membaca koran, menyanyi dan menari. Mereka bahkan melarang orang menangis di pemakaman dan tertawa di pesta pernikahan," ujar Nur Bekri.

Kelompok militan, lanjut Bekri, juga mengharuskan pria memelihara janggut dan perempuan mengenakan burka.

"Mereka juga menuntut tak hanya makanan namun juga kosmetik, obat-obatan dan pakaian halal. Mereka bahkan memaksakan ide bahwa rumah yang disubsidi pemerintah adalah haram dan harus dihindari," tambah Bekri.

Xinjiang adalah provinsi paling barat China dan berbatasan dengan Asia Tengah. Sebagian besar warga Xinjiang  secara tradisional memeluk Islam. Meski kawasan ini kaya sumber daya alam namun selama beberapa tahun terakhir ini dicengkeram aksi kekerasan.

Pemerintah China menuding kelompok militan Islam dan separatis menjadi biang kerusuhan. Namun, sejumlah tokoh Uighur di pengasingan mengatakan masalah utama di Xinjiang adalah pemerintah China memerintah kawasan itu dengan tangan besi.

Berbagai kebijakan Beijing dianggap tidak mengindahkan kepentingan warga asli Xinjiang seperti melarang agama Islam dan melarang perkembangan budaya serta bahasa asli Uighur.

Ketakutan China terhadap eksremisme Islam muncul sejak insiden penabrakan sejumlah wisatawan di Lapangan Tiananmen tahun lalu dan penusukan 29 orang di kota Kunming bulan lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.