Ukraina Tuding Putin Dalangi Penyerbuan Kantor Pemerintahan Daerah

Kompas.com - 07/04/2014, 02:52 WIB
Peta suara Pemilu 2010 Ukraina. CNNPeta suara Pemilu 2010 Ukraina.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KIEV, KOMPAS.com - Ukraina menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mendalangi penyerbuan dan pendudukan bangunan kantor pemerintahan di dua kota di timur Ukraina oleh para demonstran pro-Rusia, Minggu (6/4/2014). Serbuan ke kantor-kantor tersebut menjadi "babak" baru krisis Ukraina yang berlangsung sejak akhir tahun lalu.

Para demonstran pro-Rusia menduduki kantor pemerintah daerah di pusat industsi Donetsk dan kantor layanan keamanan di sekitar Luhansk, Ukraina. Mereka melambaikan bendera Rusia dan menuntut referendum sebagaimana yang terjadi di Crimea untuk bergabung ke Rusia.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov, mengatakan polisi akan memulihkan ketertiban di kedua kota meskipun tanpa memakai kekerasan.  Dia menuduh Presiden terguling Ukraina Viktor Yanukovich yang memiliki basis massa di Donetsk telah bersekongkol dengan Putin untuk menyulut ketegangan.

"Putin dan Yanukovich memerintahkan dan membayar gelombang terbaru berupa gangguan separatis di bagian timur. Orang yang berkumpul tak banyak tetapi sangat agresif," kata Avakov dalam sebuah pernyataan di laman Facebook-nya.

"Situasi akan kembali terkontrol tanpa pertumpahan darah. Benar, itu tugas penegakan hukum oleh aparat. Sejujurnya, tak ada cara damai menoleransi pelanggaran hukum para provokator," imbuh Avakov.

Penjabat Presiden Ukraina Oleksander Turchinov menggelar pertemuan darurat di Kiev, dengan para kepala keamanan Ukrain. "Dia mengambil kendali situasi," ujar layanan pers parlemen, Minggu.

Terutama di kawasan timur Ukraina yang menggunakan bahasa Rusia untuk percakapan sehari-hari, ketegangan meningkat tajam sejak penggulingan Yanukovich pada Februari 2014. Lewat Referendum, Rusia telah menganeksasi Crimea. Langkah Rusia ini memicu kebuntuan terbesar antara Moskwa dan negara-negara Barat semenjak era Perang Dingin berakhir.


Baca tentang


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X