Kompas.com - 05/04/2014, 02:40 WIB
menyusui shutterstockmenyusui
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SPARTANBURG, KOMPAS.com — Seorang hakim menjatuhkan vonis 20 tahun perjara, Jumat (4/4/2014), untuk perempuan yang didakwa membunuh putrinya sendiri yang berumur enam minggu. Putri perempuan ini tewas karena overdosis morfin, yang diduga dia dapatkan dari air susu ibu (ASI).

Jaksa yang menangani perkara ini, Barry Barnette, dalam dakwaannya mengatakan bahwa Stephanie Greene (39) sebagai perawat tahu mengenai bahaya menggunakan obat penghilang rasa sakit saat hamil dan menyusui. Namun, kata Barnette, Greene justru memilih menyembunyikan kehamilannya dari dokter untuk mendapatkan resep obat penghilang rasa sakit.

Pada 2004, Greene kehilangan lisensi perawat karena mencoba mendapatkan obat-obatan ilegal. Pengacara Greene, Rauch Wise, mengatakan bahwa perempuan ini hanya berusaha mengurangi rasa sakit akibat kecelakaan mobil yang terjadi lebih dari satu dekade sebelumnya.

Wise mengakui bahwa Greene mengandalkan penilaiannya sendiri dan penelitian medis internet ketimbang meminta saran dokter. Menurut dia, sekarang Greene masih sangat sedih atas kematian dan kehilangan anak itu.

Vonis 20 tahun penjara merupakan hukuman minimum atas dakwaan yang dikenakan pada Greene. Juri, Jumat, menyatakan bahwa Greene bersalah atas pembunuhan dan pelecehan anak. Dia harus menjalani hukuman penjara setidaknya selama 16 tahun sebelum punya kesempatan mendapatkan pembebasan bersyarat.

Baik jaksa maupun Wise sependapat bahwa sebelumnya tak pernah ada ibu di Amerika Serikat dituntut membunuh anaknya memakai zat yang tersalur lewat ASI. "Jaksa juga tak membuktikan bagaimana bayi mendapatkan morfin lewat cara itu, dengan hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung morfin dalam jumlah besar dapat terakumulasi dalam ASI," ujar Wise.

Suami Greene menolak berbicara kepada wartawan. Namun, ujar Wise, suami Greene mendukung istrinya, berduka, dan siap untuk sendirian membesarkan anak lelaki mereka yang berumur 7 tahun.
Kehamilan Greene pada 2010 tidak direncanakan, tetapi disambut gembira oleh pasangan ini. Sebelumnya, Greene sudah punya dua anak dari pernikahannya terdahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alexis, bayi itu, lahir sehat dan Greene memilih memberikan ASI. Lalu, 46 hari kemudian Greene menelepon petugas medis, melaporkan bahwa Alexis pingsan di tempat tidur. Dalam rekaman telepon, Greene terdengar grogi dan tidak fokus. Bekas perawat ini mengaku sudah mencoba memberikan bantuan pernapasan dengan teknik CPR kepada bayinya.

Penyidik menemukan puluhan botol pil dan patch obat penghilang rasa sakit di meja yang dapat dijangkau oleh anak lelaki mereka yang saat itu berumur 4 tahun. "Laporan toksikologi dari otopsi bayi menunjukkan, morfin ini oleh ahli patologi disebut punya dosis mematikan, bahkan bagi orang dewasa," kata Barnette.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.