Jadikan Bayi Tersangka Pembunuhan, Seorang Polisi Pakistan Diberhentikan

Kompas.com - 04/04/2014, 20:51 WIB
Ilustrasi polisi Pakistan. AFPIlustrasi polisi Pakistan.
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com -- Seorang polisi Pakistan diberhentikan dari tugasnya setelah menjadikan seorang bayi berusia sembilan bulan sebagai tersangka kasus percobaan pembunuhan dan memaksa bayi itu dihadirkan di persidangan.

Mohammad Musa, nama bayi itu, dibawa keluarganya saat melempari seorang petugas perusahaan gas yang tengah melakukan inspeksi anti-pencuri di kawasan permukiman miskin Ahata Thanedaran, Lahore, Pakistan.

"Dalam kejadian pada 1 Februari itu, bayi ini dibawa keluarganya," kata kuasa hukum keluarga si bayi, Chaudhry Irfan Sadiq.

Keluarga bayi Mohammad Musa kemudian ditahan akibat pelemparan batu itu dan kasusnya ditangani Inspektur Kashif Muhammad. Dalam laporannya, Inspektur Kashif menyebut kasus ini sebagai sebuah percobaan pembunuhan.

Saat hadir di ruang sidang bersama 30 tersangka lainnya, Kamis (3/4/2014), Musa terlihat menangis dalam gendongan kakeknya, Muhammad Yasin (50), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar.

Yasin kemudian menjawab pertanyaan puluhan wartawan sambil memberikan sebotol susu kepada bayi malang itu.

"Semua orang di pengadilan bertanya bagaimana mungkin seorang bayi menjadi tersangka? Apa kerja polisi?" kata Yasin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yasin menuduh polisi memalsukan dakwaan karena para tersangka ini bertentangan dengan kelompok lain yang menginginkan para tersangka disingkirkan dari lahan tempat tinggal mereka saat ini.

Melihat keanehan ini, Hakim Rafaqat Ali Qamar memerintahkan agar Inspektur Kashif diberhentikan dari pekerjaannya dan membebaskan bayi Mohammad Musa dengan jaminan, meski masih harus menghadiri sidang lanjutan pada 12 April.

Namun, pengacara Chaudhry Irfan Sadiq mengatakan, seharusnya hakim membebaskan bayi itu dari semua dakwaan.

"Pengadilan seharusnya langsung mencabut dakwaan ini dari anak tak berdosa itu dan membebaskannya dari tuduhan karena usia minimum yang dapat didakwa melakukan tindak kriminal adalah tujuh tahun," ujar Sadiq.

Tahun lalu, Pakistan memutuskan meningkatkan usia minimal seseorang bisa didakwa melakukan tindakan kriminal dari tujuh menjadi 12 tahun, kecuali dalam kasus terorisme.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.