Kompas.com - 03/04/2014, 13:54 WIB
|
EditorEgidius Patnistik
KOTA BHARU, KOMPAS.COM - Walfrida Soik, warga Indonesia asal NTT yang tengah menjalani persidangan di Mahkamah Tinggi Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, karena membunuh majikannya, dinyatakan dokter punya masalah kejiwaan dan sejarah hidup yang sulit.

Tim pengacara KBRI Kuala Lumpur mendatangkan sejumlah saksi ahli meringankan bagi Walfrida dalam sidang di Mahkamah Tinggi Kota Bharu, Rabu (2/4/2014).  Saksi ahli yang didatangkan adalah dokter Badiah Yahya, dokter Nur Zamuna binti Moh Nur dan dokter Normaheza Ahmad Badrudin.

Menurut Dokter Badiah Yahya, sebagaimana dikutip dari keterangan pers KBRI Kuala Lumpur yang diterima Kompas.com, Kamis, kondisi gangguan psikotik akut dan transien (acute and transient psychotic disorder) dapat terjadi seketika untuk jangka waktu singkat karena adanya faktor pemicu. "Penjelasan ini mematahkan argumentasi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Puan Julia Ibrahim, bahwa Walfrida masih mampu berpikir setelah melakukan pembunuhan terhadap majikannya dengan adanya fakta bahwa dia masih sempat berganti pakaian dan mengambil dompet serta pakaiannya," kata pernyataan pers itu.

Badiah juga menyampaikan, Walfrida mengalami disorganized speech and behavior atau bicara dan perilaku tidak teratur. Menurut Badaiah, kesimpulan terhadap hasil pemeriksaan jiwa Walfrida merupakan hasil kerjasama tim dokter yang terdiri dari beberapa pakar di bidangnya, termasuk pakar dari Universitas New Castle di Inggris.

Sementara Nur Zamuna binti Moh Nur, dokter di Rumah Sakit Permai Johor, yang pernah melakukan kunjungan khusus ke kampung halaman Walfrida di Atambua, NTT, menyampaikan bahwa berdasarkan data, analisis dan laporan atas sejarah kehidupan sosial Walfrida, ia mengalami banyak masalah diantaranya menderita penyakit epilepsi, menyaksikan pembunuhan semasa konflik, tidak bisa fokus dan diam yang menyebabkan dirinya tidak dapat bersekolah, suka berbicara sendiri dan sering menjerit di waktu malam.

Terkait keterangan tersebut, menurut KBRI, JPU meminta penjelasan lebih lanjut soal sumber data, ada tidaknya catatan kesehatan Walfrida dan usia Walfrida pada saat mengalami semua kejadian tersebut.

Ada pun saksi ahli ketiga, yaitu Normaheza Ahmad Badrudin yang melakukan pemeriksaan intelligence quotient (IQ) Walfrida, mengatakan bahwa Walfrida memiliki IQ yang sangat rendah (extremely low), yaitu 52. IQ rata-rata untuk orang seusianya adalah 90-110. Karena IQ yang rendah itu, Walfrida punya keterbatasan untuk memahami kenyataan yang ada disekelilingnya, sulit mengendalikan diri dan sulit mengambil keputusan secara rasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sidang untuk mendengarkan keterangan para saksi meringankan lainnya akan dilanjutkan hari Kamis ini. Tiga saksi akan dihadirkan KBRI, yaitu dokter yang melakukan pemeriksaan tulang Walfrida, pamannya dan pastor dari Gereja Paroki Roh Kudus Halilulik, Atambua. Kementerian Luar Negeri RI telah memfasilitasi kedatangan paman dan pastor dari Atambua itu ke Malaysia guna didengarkan keterangannya yang dapat meringankan Walfrida.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.