Kompas.com - 01/04/2014, 20:16 WIB
EditorErvan Hardoko
KABUL, KOMPAS.com — Seorang penembak jitu atau sniper Inggris berhasil menembak mati enam anggota Taliban hanya dengan satu butir peluru. Peluru itu menghantam pemicu rompi bom bunuh diri yang dikenakan salah seorang Taliban yang kemudian meledak dan menewaskan lima orang Taliban lainnya.

Sang sniper adalah seorang kopral berusia 20 tahun menembak targetnya dari jarak 850 meter, menewaskan si calon "pengantin" dan lima orang Taliban lainnya.

Insiden itu terjadi di Kakaran, Afganistan selatan, pada Desember tahun lalu, tetapi baru diungkap saat ini pada saat Inggris bersiap menarik mundur semua tentaranya dari Afganistan akhir tahun ini.

Letnan Kolonel Richard Slack, salah seorang perwira AD Inggris di Afganistan, mengatakan, penembak jitu yang tak disebutkan namanya itu berhasil mencegah sebuah rencana serangan besar Taliban.

"Orang ini mengenakan rompi. Dia terlihat oleh sniper sedang bergerak di bawah pepohonan dan berjalan melompati sebuah parit. Dia mengenakan selendang yang saat terbuka, sniper melihat orang itu membawa senapan mesin," kata Letkol Slack.

"Si sniper lalu bergerak ke posisi tembak. Dia menembak dan orang itu meledak. Ada jeda di radio sebelum dia mengatakan, 'Saya kira saya menembak seorang pengebom bunuh diri'. Beberapa dari mereka juga tewas akibat ledakan," tambah Slack.

Pada saat bersamaan sebuah rompi bom bunuh diri berisi bom seberat 20 kilogram ditemukan tak jauh dari lokasi tewasnya kelima anggota Taliban itu.

Si sniper bukan kali itu saja membuat sebuah tembakan luar biasa. Dia juga pernah menembak mati seorang anggota Taliban yang memegang senapan mesin kaliber besar dari jarak 1.340 meter.

Baku tembak yang melibatkan sniper Inggris itu adalah satu dari sejumlah baku tembak antara militer Inggris dan Taliban.

Secara total, 448 prajurit Inggris tewas dalam perang Afganistan sejak 2001. Namun, sejak pasukan Afganistan memegang kendali operasi militer, jumlah prajurit Inggris yang tewas semakin berkurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.