Pengadilan Mesir Tolak Bebaskan Wartawan "Al-Jazeera"

Kompas.com - 01/04/2014, 00:28 WIB
Polisi menembakkan ke gas air mata ke arah massa pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Jumat (29/11/2013). Demonstrasi juga dipicu penangkapan blogger yang mengingatkan pemerintah tentang kekuasaan otokrasi pada masa pemerintahan Hosni Mubarak. HMOUD kHALED / AFPPolisi menembakkan ke gas air mata ke arah massa pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Jumat (29/11/2013). Demonstrasi juga dipicu penangkapan blogger yang mengingatkan pemerintah tentang kekuasaan otokrasi pada masa pemerintahan Hosni Mubarak.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KAIRO, KOMPAS.com — Setelah mengeksekusi mati 529 aktivis Ikhwanul Muslimin pada pekan lalu, Pengadilan Mesir pada Senin (31/3/2014) pun menolak permohonan pembebasan dengan jaminan untuk para wartawan jaringan televisi Al Jazeera.

Para wartawan ini dituduh menyebarluaskan kebencian, berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, dan memicu kecaman internasional untuk Mesir. Atas tuduhan tersebut, para wartawan sudah menyampaikan penyangkalan.

"Tolong, keluarkan kami dari penjara. Kami lelah. Kami menderita di dalam penjara," kata Mohamed Fadel Fahmy, kepala biro Kairo dari Al Jazeera versi bahasa Inggris, kepada para hakim. Para wartawan ini sudah berada di penjara pemerintah sementara Mesir selama lebih dari 100 hari sejak ditangkap.

Pada akhir sesi, Fahmy mengatakan, "Kami di sini mewakili kebebasan berekspresi. Ini bukan hanya tentang kami." Para hakim memerintahkan dua terdakwa yang mengaku disiksa selama berada di penjara untuk diperiksa oleh dokter forensik independen. Sidang ditunda sampai 10 April 2014, tanpa ada jaminan apa pun untuk para terdakwa.

Dalam perkara ini, jakwa bersikeras bahwa para wartawan Al Jazeera tersebut telah berkolusi dengan Ikhwanul Muslimin. Mereka disebut telah menggambarkan situasi Mesir dalam kondisi perang saudara.

Atas tuduhan itu, Fahmy menolak disebut sebagai teroris ataupun anggota persaudaraan Ikhwanul Muslimin. Argumentasi Fahmy, dia adalah orang liberal yang bahkan minum alkohol.

Reporter asal Australia, Peter Greste, yang diperkarakan bersama Fahmy, membantah pula punya kaitan dengan Ikhwanul Muslimin. Dia mengatakan baru tiba di Kairo bersama rekan-rekannya, tak lebih dari dua pekan sebelum ditangkap.

Greste dan Fahmy ditangkap pada 29 Desember 2013 di sebuah hotel di Kairo yang menjadi kantor sementara biro Al Jazeera. Pengacara para terdakwa, Mokhles El-Salhy, mengatakan bahwa kliennya melakukan pekerjaan profesional dan obyektif saat ditangkap.

"Mereka meliput bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan, seperti semua saluran (televisi) lainnya. Mereka tidak membuat (bentrokan) itu atau mengarang itu," kata Salhy kepada AFP.

Perkara atas para wartawan televisi berbasis di Qatar ini ditengarai berlatar belakang ketegangan antara pemerintah sementara Kairo dan Doha, terkait penggulingan Presiden Muhammad Mursi pada Juli 2013. Qatar punya hubungan baik dengan Mursi dan Ikhwanul Muslimin.

Pemerintah sementara Mesir yang didukung militer menuding bahwa Qatar mendukung persaudaraan itu, termasuk melalui Al Jazeera. Pemerintah sementara Mesir juga melarang siaran dari jaringan pan-Arab setelah penggulingan Mesir.

Sidang ini digelar sehari setelah Menteri Dalam Negeri Mohamed Ibrahim menuduh editor Al-Jazeera membantu membocorkan dokumen intelijen rahasia. Ibrahim menuduh Amin Es-Serafi, sekretaris Mursi, membocorkan dokumen kepada Ibrahim Mohamed Hilal, yang Ibrahim sebut sebagai editor berita Al Jazeera dan anggota Ikhwanul Muslimin.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X