Mantan PM Israel Terbukti Menerima Suap Rp 1,8 Miliar

Kompas.com - 31/03/2014, 19:22 WIB
Mantan PM Israel Ehud Olmert diputuskan bersalah menerima suap dalam sebuah proyek pembangunan properti di Jerusalem pada 2010. DAN BALILTY / POOL / AFPMantan PM Israel Ehud Olmert diputuskan bersalah menerima suap dalam sebuah proyek pembangunan properti di Jerusalem pada 2010.
EditorErvan Hardoko
TEL AVIV, KOMPAS.com — Pengadilan Tel Aviv, Israel, Senin (31/3/2014), memutuskan mantan PM Ehud Olmert bersalah dalam kasus suap yang terkait dengan salah satu pengembang properti di kota Jerusalem.

Kasus suap yang melibatkan Ehud Olmert ini merupakan skandal korupsi terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah Israel.

Dalam sebuah sidang yang sangat panjang di Pengadilan Distrik Tel Aviv, Olmert dinyatakan terbukti bersalah dalam dua dakwaan penyuapan. Vonis ini membuat Olmert menjadi mantan perdana menteri pertama yang divonis melakukan suap.

Sidang pengadilan itu, yang menghadirkan 16 terdakwa dan berlangsung selama lebih dua tahun, terkait dengan pembangunan kompleks permukiman di Jerusalem saat Olmert menjabat sebagai wali kota.

Pada 2010, Olmert menjadi tersangka utama dalam kasus yang di Israel dikenal dengan sebutan "skandal Tanah Suci". Dalam kasus ini Olmert diduga menerima uang ribuan dollar AS setelah membantu pengembang melalui berbagai masalah hukum dan perencanaan.

Proyek besar yang mendominasi pemandangan Jerusalem itu, kini dipandang sebagai simbol korupsi tingkat tinggi di negeri Yahudi itu.

"Kami memutuskan soal korupsi dan praktik-praktik kotor di sini," kata Hakim David Rosen saat membacakan amar putusan setebal 700 lembar yang isinya menyebut Olmert sebagai seorang pembohong.

Berdasarkan keputusan itu, Olmert menerima suap sebesar 160.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,8 miliar. Sebagian besar uang itu diberikan kepada saudaranya, Yossi, oleh seorang perantara yang kemudian menjadi saksi.

Hakim Rosen juga mengatakan, politisi berusia 68 tahun itu telah berbohong di pengadilan dalam upaya menyerang saksi dalam sidang yang menetapkan 13 dari 16 tersangka bersalah.

Kuasa hukum Olmert, Jacob Galanti, memutuskan akan melanjutkan langkah hukum di sidang banding. Demikian harian Haaretz melaporkan.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X