Kompas.com - 30/03/2014, 00:37 WIB
EditorErvan Hardoko
KIEV, KOMPAS.com - Menjelang pemilihan presiden Ukraina yang masih dibayangi situasi politik yang tegang, ternyata tak menghalangi beberapa warga negeri itu untuk berkreasi.

Salah satunya adalah seorang aktivis partai yang mengenakan kostum Darth Vader -tokoh antagonis dalam film Star Wars- mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat presiden negeri bekas Uni Soviet itu.

Aktivis yang hingga kini tak diketahui namanya itu kerap terlihat di Lapangan Kemerdekaan Kiev, mengenakan kostum Darth Vader dikawal pasukan Stormtroopers.

Darth Vader secara resmi dipilih sebagai kandidat presiden Partai Internet Ukraina (UIP) yang dikenal dengan aksi-aksi teatrikalnya yang memukau.

"Setelah memenangkan pemilihan internal partai dengan mutlak, kamerad Darth Vader akan menjadi kandidat partai," kata pemimpim UIP, Dmitry Golubov, yang saat ini ditahan karena menggunakan internet untuk melakukan penipuan kartu kredit.

Tak hanya mencalonkan diri sebagai presiden, Darth Vader ternyata sudah beberapa kali terlibat dalam aksi politik di Ukraina. Pada November 2013 bersama para Stromtroopers, pasukan elite kekaisaran galaksi, Darth Vader memasuki balai kota Odessa dan di sana dia mengangkat dirinya sebagai wali kota Odessa.

Berdasarkan laporan media setempat, Darth Vader juga meminta disediakan sebidang lahan di sebelah barat daya kota sebagai tempat untuk memarkir pesawat angkasa luarnya.

"Saya bisa menciptakan kekaisaran dari republik ini, untuk mengembalikan kejayaannya, untuk mengembalikan wilayahnya yang hilang dan kebanggaan negeri ini," kata Darth Vader dalam pernyataan resminya.

UPI mengatakan sudah menyediakan anggaran sebesar 225.000 dolar AS sebagai uang pendaftaran bagi kandidat presiden yang unik ini.  UIP terdaftar sebagai partai politik pada 2010 dan bertujuan menciptakan sebuah pemeritahan elektronik Ukraina dan memberikan kursus komputer gratis untuk semua warga Ukraina.

Menurut UIP, Darth Vader mendapatkan tiga persen suara dalam pemilihan parlemen 2012, tapi perolehan suara itu tidak diakui karena undang-undang Ukraina tidak mengakui seorang kandidat yang tak terdaftar.

Ukraina akan menggelar pemilihan presiden pada 25 Meil mendatang setelah parlemen negeri itu memecat Viktor Yanukovych menyusul aksi unjuk rasa berdarah yang menentang pemerintah yang saat itu pro-Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.