AL Korsel Tangkap Kapal Nelayan Korut

Kompas.com - 27/03/2014, 20:20 WIB
Kendaraan lapis baja dan kendaraan pengangkut peluru kendali tampil dalam parade militer memperingati Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan ke-65. AP Photo/Ahn Young-joonKendaraan lapis baja dan kendaraan pengangkut peluru kendali tampil dalam parade militer memperingati Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan ke-65.
EditorErvan Hardoko
SEOUL, KOMPAS.com — Sebuah kapal perang Korea Selatan, Kamis (27/3/2014), melepaskan tembakan peringatan dan menangkap sebuah kapal nelayan Korea Utara yang melintasi perbatasan di Laut Kuning.

Kapal nelayan itu berada satu mil laut di selatan perbatasan laut itu pada pukul 17.26 waktu setempat, sehingga memaksa sebuah kapal patroli Korea Selatan melakukan tindakan.

"Kami melepaskan tempakan peringatan saat kapal Korea Utara itu mengabaikan perintah untuk mundur," kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Dua jam kemudian, kapal nelayan dengan tiga orang awak itu ditangkap setelah gagal berlayar kembali ke wilayah Korea Utara akibat kabut dan gelombang yang terlalu kuat.

"Semua awak kapal akan diperiksa untuk mengetahui apakah mereka melintasi perbatasan dengan sengaja atau tidak," tambah si juru bicara.

Juru bicara itu menambahkan, tak dapat disangkal bahwa tindakan keras Korea Selatan ini akan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea, khususnya di sekitar wilayah perbatasan laut.

Perbatasan laut itu, yang tak pernah diakui secara resmi oleh Pyongyang, pernah menjadi lokasi bentrokan laut singkat, tetapi berdarah pada 1999, 2002, dan 2009.

Peristiwa kapal Korea Utara menerobos perbatasan laut Korea Selatan sudah kerap terjadi.

Pada 25 Februari lalu, sebuah kapal patroli Korea Utara melintasi perbatasan pada saat latihan militer AS - Korea Selatan dimulai. Setelah diberi peringatan, kapal Korea Utara itu mundur kembali ke wilayahnya.

Sementara itu, insiden kapal nelayan Korea Utara ini terjadi berbarengan dengan dimulainya latihan pendaratan amfibi selama 12 hari yang melibatkan 15.000 prajurit AS dan Korea Selatan.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X