Menantu Osama Divonis Bersalah dalam Serangan 11 September

Kompas.com - 26/03/2014, 22:45 WIB
Dalam lukisan pengadilan ini, nampak Abu Ghaith (47) -menantu Osama bin Laden- disidangkan di New York karena diduga terlibat dalam serangan maut ke menara kembar WTC pada 11 September 2001 yang memicu perang global melawan terorisme. AP/BBCDalam lukisan pengadilan ini, nampak Abu Ghaith (47) -menantu Osama bin Laden- disidangkan di New York karena diduga terlibat dalam serangan maut ke menara kembar WTC pada 11 September 2001 yang memicu perang global melawan terorisme.
EditorErvan Hardoko
NEW YORK, KOMPAS.com — Para juri di pengadilan New York, Selasa (25/3/2014), memutuskan menantu Osama bin Laden yang juga juru bicara Al Qaeda, Suleiman Abu Ghaith, bersalah terkait tiga dakwaan konspirasi membunuh warga AS dan mendukung terorisme.

Pria berusia 48 tahun kelahiran Kuwait itu, yang menjadi tokoh Al-Qaeda tertinggi yang disidangkan di pengadilan federal AS, kini menghadapi kemungkinan vonis penjara seumur hidup.

Jaksa penuntut menuduh Abu Ghaith yang juga menjadi tangan kanan Osama bin Laden, menginsipirasi teroris generasi baru saat menjadi juru bicara kelompok Al Qaeda pasca-serangan 11 September ke menara kembar WTC New York.

Abu Ghaith ditangkap di Jordania tahun lalu dan kemudian dibawa ke New York. Selama dalam persidangan, pria ini sangat aktif terlibat dalam proses sidang. Dia selalu terlihat serius menyimak berbagai kesaksian dan argumentasi melalui "headphone" yang tersambung ke seorang penerjemah bahasa Arab.

Saat mengajukan pembelaan, Abu Ghaith dengan suara tenang membantah dia bertugas sebagai perekrut di kelompok Al Qaeda. Dia mengklaim tugasnya merupakan sebuah peran religius dalam mendorong umat Muslim untuk berdiri melawan kelompok yang menekan mereka.

Masih dalam pembelaaannya, Abu Ghaith mengatakan, dia setuju untuk bertemu Osama bin Laden di sebuah goa di malam hari setelah serangan 11 September terjadi lebih karena di menghormati Bin Laden sebagai sosok pemimpin.

"Meski mengetahui dia (Osama) bertanggung jawab atas kematian ratusan warga AS, Anda tetap bersikap sopan saat bertemu dengannya. Bukan begitu?" tanya jaksa Michael Ferrera dalam sebuah sesi pemeriksaan silang.

"Saya tidak bertemu dengannya untuk memberi selamat telah membunuh ratusan orang Amerika. Saya pergi menemuinya untuk mengetahui apa yang dia inginkan," tambah Abu Ghaith.

Kuasa hukum Abu Ghaith, Stanley Cohen, mengatakan bahwa tidak ada bukti sama sekali yang mengaitkan mantan guru itu dengan sebuah konspirasi yang menurut Pemerintah AS sudah diketahui Abu Ghaith.

Meski demikian, juri tetap memutuskan Abu Ghaith bersalah untuk dakwaan konspirasi membunuh warga AS, konspirasi untuk membantu Al Qaeda, dan menyediakan dukungan untuk Al Qaeda.

Sidang pembacaan vonis akan dilangsungkan pada 8 September 2014 dan diduga kuat hakim akan menjatuhkan hukuman seumur hidup untuk Abu Ghaith.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X