Kompas.com - 26/03/2014, 16:22 WIB
Seorang kru darat AU Australia sedang membimbing sebuah pesawat P-3C Orion yang baru kembali dari operasi pencarian Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudra Hindia di pangkalan angkatan uadara Pearce di Bullsbrook, 35 kilometer sebelah utara kota Perth. JASON REED / POOL / AFPSeorang kru darat AU Australia sedang membimbing sebuah pesawat P-3C Orion yang baru kembali dari operasi pencarian Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudra Hindia di pangkalan angkatan uadara Pearce di Bullsbrook, 35 kilometer sebelah utara kota Perth.
EditorErvan Hardoko
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Sebuah firma hukum di AS, Rabu (26/3/2014), mengungkapkan telah memulai proses gugatan bernilai jutaan dollar AS terhadap Malaysia Airlines dan Boeing terkait insiden hilangnya penerbangan MH370.

Firma hukum Ribbeck Law Chartered International yang berbasis di Chicago mengungkapkan sudah memasukkan petisi di pengadilan negara bagian Illinois pada Selasa (25/3/2014).

Firma hukum itu mencoba mencari dokumen yang berkaitan dengan cacat rancangan atau desain yang berpotensi menjadi penyebab tragedi penerbangan ini.

"Kami yakin kedua tergugat bertanggung jawab atas tragedi penerbangan Malaysia Airlines MH370," kata firma hukum itu di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Sangat penting bagi para korban yang kami wakili bahwa semua pihak yang bertanggung jawab harus diadili tanpa kecuali," tambah pernyataan itu mengutip kepala litigasi penerbangan Ribbeck Law, Monica Kelly.

Langkah hukum itu dilakukan atas nama Januari Siregar, seorang pengacara yang putranya menjadi salah satu penumpang pesawat yang hilang itu, tanpa memberi rincian lebih lanjut soal penggugat.

"Kita harus menemukan apa penyebab kecelakaan pesawat itu dan menuntut agar masalah dengan maskapai dan rancangan pesawat segera diselesaikan untuk menghindari tragedi serupa pada masa depan," kata Kelly.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ribbeck Law mengatakan, sejumlah keluarga penumpang sudah memulai proses litigasi bernilai jutaan dollar AS, tetapi tidak menjelaskan berapa besar ganti rugi yang akan dituntut kepada pihak Malaysia Airlines dan Boeing.

Pesawat Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH370 jurusan Kuala Lumpur-Beijing dengan penumpang 239 orang hilang di atas perairan Vietnam pada 8 Maret 2014.

Pemerintah Malaysia meyakini arah pesawat itu dengan sengaja dialihkan dan mengatakan berdasarkan analisis data satelit, pesawat itu jatuh di wilayah selatan Samudra Hindia.

Namun, sejauh ini belum ditemukan puing-puing pesawat itu meski puluhan pesawat terbang dan kapal laut membantu pencarian.  



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X