Mesir Sidangkan 700 Anggota Ikhwanul Muslimin

Kompas.com - 25/03/2014, 16:40 WIB
Keluarga para terdakwa anggota Ikhwanul Muslimin, menangis setelah pengadilan di kota Minya, Mesir menjatuhkan vonis hukuman mati untuk 529 anggota gerakan itu. AFPKeluarga para terdakwa anggota Ikhwanul Muslimin, menangis setelah pengadilan di kota Minya, Mesir menjatuhkan vonis hukuman mati untuk 529 anggota gerakan itu.
EditorErvan Hardoko
KAIRO, KOMPAS.com — Setelah menjatuhkan hukuman mati untuk 529 pendukung Muhammad Mursi dan Ikhwanul Muslimin, pengadilan Mesir, Selasa (25/3/2014), kembali mengadili sekitar 700 pengikut Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpin gerakan itu.

Para pengacara mengatakan, mereka akan meminta hakim mundur setelah menjatuhkan hukuman mati kepada ratusan terdakwa, setelah hanya melakukan dua kali sidang.

Hakim dinilai terlalu cepat menjatuhkan vonis sehingga mendapat kecaman dari dunia internasional. Kecaman itu diarahkan kepada Pemerintah Mesir yang didukung militer.

Pemerintah Mesir membela keputusan cepat dari pengadilan dalam menangangi kasus ini. Mereka pun menegaskan bahwa kasus-kasus yang saat ini disidangkan sudah diteliti dengan sangat saksama, dan terdakwa masih bisa mengajukan banding.


Pemerintah Mesir saat ini mengadili tak kurang dari 2.000 anggota Ikhwanul Muslimin yang menjadi tersangka. Pengadilan dilakukan sejak penggulingan Muhammad Mursi pada Juli tahun lalu.

Salah satu terdakwa yang disidangkan hari ini adalah Mohamed Badie, pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin. Dia menghadapi sejumlah dakwaan berat yang bisa berujung dengan hukuman mati.

Sementara itu, Muhammad Mursi disidangkan dalam tiga kasus berbeda. Salah satunya adalah tuduhan terlibat dalam pembunuhan puluhan pengunjuk rasa yang beraksi di depan istana kepresidenan, tahun lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X