Kompas.com - 23/03/2014, 23:35 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

CONAKRY, KOMPAS.com — Epidemi ebola yang sebelumnya menewaskan puluhan orang di kawasan hutan di selatan Guinea telah menyebar hingga ke ibu kota negara itu. Belum ada obat maupun vaksin untuk penyakit ini.

"Setidaknya 59 dari 80 orang yang terjangkit (ebola) di seluruh negara di Eropa Barat tewas," kata perwakilan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (Unicef), Minggu (23/3/2014). "Dalam beberapa hari ini ebola dengan cepat menyebar dari komunitas Macenta, Gueckedou, dan Kissdoungu ke ibu kota, Conakry."

Conakry, kota pelabuhan yang tumbuh pesat di pantai Guinea, memiliki populasi antara 1,5 juta sampai 2 juta jiwa. Sampai saat ini tak ada obat maupun vaksin untuk ebola, yang membunuh 25 hingga 90 persen penderitanya, tergantung strain virus yang menyerang, berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penularan ebola adalah melalui kontak langsung lewat darah, feses, keringat, hubungan seksual, maupun penanganan jenazah yang tak tepat. Unicef mengatakan, sejak ebola terdeteksi mewabah lagi pada 9 Februari 2014, setidaknya tiga korban tewas adalah anak-anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.