Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/03/2014, 23:10 WIB
EditorErvan Hardoko
SEVASTOPOL, KOMPAS.com - Tak seperti pasukan bertopeng yang tak bertanda yang menguasai Crimea selama tiga pekan, kini pasukan payung Rusia menduduki pangkalan militer Ukraina di Perevalnoye mengenakan ciri khas mereka tope baret biru dengan simpul berwarna merah.

Di sisi lain semenanjung itu, pasukan Rusia terus mengambil alih posisi-posisi militer Ukraina, yang sejauh ini tak memberikan perlawanan.

Direbutnya pangkalan militer Perevalnoye, sekitar 25 kilometer sebelah tenggara ibu kota Crimea, Simferopol, bertepatan dengan berakhirnya kesepakatan pertahanan Ukraina-Rusia yang dibuat pekan lalu setelah aneksasi wilayah tersebut oleh Rusia.

Pengambil alihan Crimea berlangsung nyaris tanpa pertumpahan darah, kecuali tewasnya seorang prajurit Ukraina dalam sebuah insiden penembakan di Simferopol awal pekan ini.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Ukraina di Kiev mengatakan basis-basis militer Ukraina di Crimea sejauh ini masih dalam kendali militer negeri itu.

"Secara formal, semua fasilitas militer di Crimea berada di bawah kendai angkatan bersenjata Ukraina. Hal-hal lainnya masih berupa spekulasi," kata dia.

Seorang analis pertahanan di Kiev mengatakan terdapat antara 8.000-10.000 personel militer Ukraina di sekitar 36 pangkalan militer di Crimea.  Namun, angkatan bersenjata Ukraina memperkirakan terdapat sedikitnya 20 personel militer di semenanjung itu.

Di pangkalan udara Belbek, yang sejauh ini menolak untuk menyerah, sejumlah prajurit Ukraina terlihat mulai berkemas dan meninggalkan pangkalan itu. Sedangkan beberapa prajurit lain bertekad bertahan hingga titik darah penghabisan.

"Kami sudah mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga kami. Ada air mata, namun kami sudah siap," kata Sergei, seorang prajurit, sambil menudingkan jarinya ke dahi.

Banyak prajurit di pangkalan udara Belbek menenteng senjata, namun tanpa magasin peluru terpasang. Sejumlah prajurit berharap pangkalan itu bisa diserahkan secara terhormat tanpa pertumpahan darah.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.