Kompas.com - 21/03/2014, 09:01 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Pencarian lokasi yang terekam satelit melibatkan empat pesawat pencari dan satu pesawat pengangkut. Namun, Young sudah mengingatkan sejak awal bahwa jarak pandang merupakan kendala upaya pencarian.

AMSA mengatakan, awan hujan di atas perairan tersebut mengaburkan pandangan setidaknya dari satu pesawat pencari, Kamis. Daerah pencarian juga sangat jauh dari daratan.

Dua pesawat P-3 Orion milik Australia dan satu unit dari Selandia Baru telah menjalani penerbangan delapan jam pergi pulang, dengan dua jam pencarian sebelum harus kembali ke darat.

Orion, pesawat buatan Lockheed Martin, pernah digunakan mencari kapal selam yang hilang, tetapi pada hari-hari ini lebih kerap dipakai sebagai pesawat patroli maritim.

Pesawat ini juga dipakai membantu penanganan dampak badai Katrina dan bencana kilang minyak BP Horizon. Sensor dari armada P-3 Orion dapat melacak benda-benda di atas maupun bawah permukaan air.

Satu pesawat pencari lain adalah P-8 Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Pesawat ini adalah modifikasi dari Boeing 737 yang dirancang untuk menjadi pesawat intai dan anti-kapal selam.

Australia juga menyertakan satu pesawat angkut Hercules C-130 untuk menjatuhkan pelampung bertanda merah bila pencarian mendapatkan titik terang.

Selain kelima pesawat tersebut, India mengirimkan pesawat patroli maritim jarak jauh P8i dengan fasilitas optik elektrik dan gelombang inframerah. Lalu, negara ini mengirimkan pula pesawat Hercules C-130J. Kedua pesawat dipakai mencari di area perairan 8.000-an kilometer dari Jakarta, Indonesia.

Kapal

Sebuah kapal dagang Norwegia yang menanggapi permintaan bantuan pada Senin (17/3/2014) menargetkan pemindaian menggunakan radar pada Kamis malam. Lalu, pada Jumat pagi mereka akan menyapu area secara visual. AMSA menginformasikan pula, saat ini satu lagi kapal dagang sedang bergerak menuju lokasi yang terekam citra satelit.

Angkatan Laut Australia juga sudah mengirimkan kapal HMAS Success, kapal terbesar yang mereka miliki dan akan cukup luas untuk menampung semua puing pesawat bila ditemukan. Kapal ini masih dalam perjalanan dari Ausralia dan masih butuh beberapa hari untuk sampai ke lokasi yang terekam satelit.

Pelampung

Pesawat Hercules yang terlibat dalam pencarian di kawasan selatan Samudra Hindia ini akan menurunkan pelampung penanda di lokasi sesuai citra satelit. Pesawat pencari kemudian akan melacak pelampung tersebut. Keberadaan pelampung ini akan sangat penting ketika cuaca dan jarak pandang menjadi halangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.