Kompas.com - 21/03/2014, 00:24 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

MOSKWA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Kamis (20/3/2014), mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bahwa Moskwa tak akan menarik keputusannya soal penggabungan Crimea di Ukraina ke Rusia.

"Lavrov menekankan bahwa keputusan menyatukan kembali Crimea dan Rusia yang mencerminkan ekspresi kehendak mayoritas mutlak penduduknya tidak akan direvisi dan harus dihormati," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari AFP.

Majelis Rendah Parlemen Rusia, Kamis, meratifikasi perjanjian penggabungan Crimea ke Rusia dan mengadopsi peraturan-perundangan yang mendukungnya. Legislasi ini diharapkan mendapat dukungan dari Majelis Tinggi Parlemen Rusia dan Dewan Federasi, paling lambat Jumat (21/3/2014). Sebelum 1954, Crimea adalah bagian dari Rusia pada era Uni Soviet.

Crimea adalah semenanjung di tepi Laut Hitam, yang punya sejarah panjang peralihan kekuasaan sepanjang keberadaannya. Satu abad terakhir, seperti dikutip dari Washington Post edisi 27 Februari 2014, setidaknya telah terjadi empat kali perubahan kekuasaan yang menaungi wilayah ini.

Setelah perang sipil, pada 1921 Crimea menjadi daerah otonom Republik Sosialis Soviet, bagian dari Soviet. Status tersebut bertahan sampai 1945, sampai kemudian berubah menjadi Crimea Oblast, yang masuk wilayah administratif Rusia. Entah kenapa, pada 1954 Uni Soviet menyerahkan Crimea kepada Ukraina.

Referendum pada Minggu (16/3/2014) merupakan peralihan kekuasaan keempat dalam kurun waktu satu abad terakhir ini. Namun, referendum tersebut bukan yang pertama digelar di sana. Ketika Uni Soviet bubar pada 1991, referendum digelar di Crimea dengan hasil 54 persen ingin memisahkan diri dari Rusia.

Perjanjian antara Ukraina dan Rusia dibuat pada 1997 terkait Crimea. Dalam traktat tersebut disepakati Rusia tetap dapat mempertahankan tentaranya di Sevastapol, satu wilayah di ujung selatan Crimea, di tepi Laut Hitam.

Ditarik jauh lebih ke belakang, Crimea memang melewati beragam peralihan kekuasaan. Wilayah ini nyaris terpisah dari daratan mana pun yang mengitarinya. Dari masa kekuasaan Romawi hingga Turki, Crimea sudah dikenal sebagai satu wilayah yang "berbeda" dengan daratan di sekitarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.