Keluarga Penumpang Malaysia Airlines Tak Mau Putus Harapan

Kompas.com - 20/03/2014, 15:09 WIB
Seorang perempuan yang adalah kerabat salah satu penumpang Malaysia Airlines MH370 diamankan setelah berusaha menerobos jumpa pers harian untuk menunjukkan rasa marahnya akibat tak kunjung jelasnya nasib pesawat dengan 239 penumpang itu. MOHD RASFAN / AFPSeorang perempuan yang adalah kerabat salah satu penumpang Malaysia Airlines MH370 diamankan setelah berusaha menerobos jumpa pers harian untuk menunjukkan rasa marahnya akibat tak kunjung jelasnya nasib pesawat dengan 239 penumpang itu.
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.COM — Keluarga dari penumpang asal China di pesawat Malaysia Airlines yang hilang, Kamis (20/3/2014), berkeras bahwa anggota keluarga mereka masih hidup. Sementara Beijing mengatakan, pihaknya mengikuti dengan saksama perkembangan peristiwa itu.

Sejumlah pejabat Australia mengatakan, dua benda yang kemungkinan berhubungan dengan pesawat yang hilang itu telah ditemukan satelit di Samudra Hindia bagian selatan yang terpencil.

Namun, Wen Wancheng menolak untuk menerima bahwa pengumuman bisa berarti ia telah kehilangan putranya, yang merupakan salah seorang penumpang penerbangan itu. "Putraku masih hidup. Putraku masih hidup," kata pria berusia 63 tahun dari Provinsi Shandong itu. "Saya tidak percaya berita itu."

Ada 153 warga negara China dalam penerbangan Malaysia Airlines MH370 itu. Keluarga mereka telah menunggu berita tentang pencarian pesawat itu di Lido Hotel di Beijing.

Zhao Chunzeng, yang menolak untuk mengidentifikasi keluarganya di pesawat itu, mengatakan bahwa keluarga sedang mencari kepastian terkait temuan itu. "Kami sedang menunggu, hanya menunggu, dan kami tidak bisa menanggapi berita itu sampai sudah dipastikan," kata Zhao kepada kantor berita AFP.

Saat ditanya apakah ia berpikir pengumuman pihak Australia lebih signifikan karena datang dari perdana menteri negara itu, ia berkata, "Mungkin saja, tetapi kami masih harus menunggu dan melihat."

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei mengatakan, pemerintah memberikan "perhatian besar" terhadap berita dari Australia itu. "Pihak China siap membuat pengaturan yang relevan berdasarkan perkembangan terbaru itu," katanya dalam sebuah pernyataan, tanpa membuat rincian lebih lanjut.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X