Pesawat Malaysia Airlines MH370 ke Maladewa? - Kompas.com

Pesawat Malaysia Airlines MH370 ke Maladewa?

Kompas.com - 19/03/2014, 11:45 WIB
AFP PHOTO / MOHD RASFAN Pengunjung melihat peta digital di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sepang, pada 16 Maret 2014.

PETALING JAYA, KOMPAS.com
 — Dugaan baru lagi tentang keberadaan pesawat MH370 milik Malaysia Airlines yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) dini hari muncul dari kesaksian warga di Dhaal Atoll, Maladewa. Harian The Star, Selasa (18/3/2014), memuat kesaksian warga yang melihat pesawat menyerupai MH370 terbang rendah di langit Maladewa pada Sabtu pagi.

The Star mengutip laporan harian Haveeru terbitan Maladewa, yang mendapatkan kesaksian warga tentang sebuah pesawat di atas Kuda Huvadhoo, Maladewa, pada Sabtu pukul 06.15 waktu setempat. Satuan waktu internasional Maladewa adalah GMT+5.

Saksi tersebut menggambarkan bahwa pesawat itu berbadan lebar, mengeluarkan suara berisik laiknya pesawat jet, dengan dominasi warna putih dan tertera garis-garis merah. Gambaran tersebut menyerupai tampilan pesawat Malaysia Airlines, termasuk Boeing 777 yang hilang. 

Saksi tersebut menuturkan, pesawat terbang dari arah utara menuju tenggara mengarah ke Maladewa. Para saksi mengatakan betapa keras suara pesawat saat melintas di atas negara pulau itu.

Seorang saksi mengatakan, pintu pesawat dapat dilihat dengan jelas. Keterangan itu dibenarkan oleh saksi lain. "Beberapa orang keluar rumah untuk melihat sumber kebisingan luar biasa itu," kata saksi mata tersebut. Anggota Dewan Maladewa, Mohamed Zaheem, mengatakan, lebih dari satu laporan warga Kuda Huvadhoo yang bicara sama soal hal itu.

Haveeru mengutip pula ahli penerbangan lokal yang mengatakan bahwa kemungkinan MH370 memang terbang di atas Maladewa. Pakar tersebut menambahkan juga kemungkinan pesawat terbang sangat rendah di atas pulau.

Penerbangan MH370 berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu dini hari selepas tengah malam, dengan tujuan Beijing, China. Tak sampai dua jam penerbangan, komunikasi pesawat tersebut dengan menara kontrol terputus. Tak hanya komunikasi suara, komunikasi data juga berhenti.


Hingga Rabu (19/3/2014), 26 negara telah terlibat pencarian pesawat dengan 239 orang di dalamnya. Wilayah di bawah dua koridor penerbangan menjadi fokus pencarian. Selain Malaysia, pencarian dilakukan oleh Amerika Serikat, Indonesia, Banglades, India, China, Vietnam, Australia, dan Perancis.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPalupi Annisa Auliani
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X