Kompas.com - 17/03/2014, 20:54 WIB
Ilustrasi WiredIlustrasi
EditorErvan Hardoko
GENEVA, KOMPAS.com — Kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim penguasa Korea Utara setara dengan yang dilakukan Nazi, rezim apartheid Afrika Selatan, dan Khmer Merah di Kamboja. Demikian laporan tim penyidik PBB, Senin (17/4/2014), di Geneva, Swiss.

"Kini menjadi tugas Anda untuk menghadapi kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Republik Demokratik Rakyat Korea," kata Kepala Tim Penyidik Dewan HAM PBB Michael Kirby.

Pernyataan Kirby ini menyusul laporan setebal 400 halaman yang dirilis bulan lalu, yang mendokumentasikan berbagai kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat di negeri itu, termasuk pembunuhan terencana, perbudakan, hingga kekerasan seksual.

"Daya tarik, skala, durasi, dan jenis kejahatan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata ini menunjukkan apa yang dilakukan negeri totaliter itu tak memiliki padanan di dunia ini," lanjut Kirby.

"Negeri itu serupa dengan lubang hitam, di mana HAM, harga diri manusia dan kemanusiaan dikendalikan, diabaikan dan dihancurkan," ujar Kirby.

Dunia, lanjut Kirby, sudah terlalu lama mengabaikan bukti-bukti kejahatan kemanusiaan di Korea Utara.

"Kini tak ada lagi alasan karena kini kita semua sudah mengetahuinya," ujar Kirby.

"Jika laporan ini tidak membuat dunia bergerak untuk beraksi, saya tidak bisa membayangkan apa yang bisa (menggerakkan dunia)," ujar Kirby.

Sementara itu, Korea Utara, yang menolak bekerja sama dengan tim PBB itu, menolak hasil penyelidikan tim tersebut. Wakil tetap Korea Utara untuk PBB di Geneva, So Se Pyong, menyebut laporan itu sebagai "pemalsuan yang memalukan" oleh AS dan kekuatan jahat lainnya.

Komisi penyidik, yang dibentuk pada 2013 oleh Dewan HAM PBB, tidak mendapatkan izin memasuki wilayah Korea Utara sehingga anggota tim hanya mengandalkan kesaksian 320 orang warga Korea Utara yang melarikan diri ke Jepang dan Korea Selatan.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X