Pengadilan Tinggi India Kukuhkan Hukuman Mati 4 Pemerkosa Mahasiswi

Kompas.com - 14/03/2014, 16:34 WIB
Seorang warga India menandatangani sebuah petisi yang menuntut pemerintah India lebih melindungi perempuan dari bahaya perkosaan dan kekerasan lainnya. RAVEENDRAN / AFPSeorang warga India menandatangani sebuah petisi yang menuntut pemerintah India lebih melindungi perempuan dari bahaya perkosaan dan kekerasan lainnya.
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com - Pengadilan tinggi India, Jumat (14/3/2014), menolak banding empat terpidana mati kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswi India pada akhir 2012.

Dengan ditolaknya banding keempat terpidana itu maka vonis hukuman gantung yang dijatuhkan pengadilan tahun lalu dikukuhkan dan dinyatakan tetap berlaku.

"Permohonan banding kami ditolak pengadilan tinggi. Hukuman mati untuk keempat terdakwa dikukuhkan. Kami akan melanjutkan upaya banding ke Mahkamah Agung," kata kuasa hukum keempat terdakwa, AP Singh.

Pada September tahun lalu, empat orang pelaku pemerkosaan itu dijatuhi hukuman gantung, pelaku lain yang masih remaja dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan seorang terdakwa lagi ditemukan meninggal dunia di sel tahanan.

Kasus pemerkosaan ini terjadi pada akhir tahun 2012, ketika seorang mahasiswi berusia 23 tahun naik ke sebuah bus teman prianya. Di dalam bus, keduanya diserang enam pria yang membawa pentungan besi. Mahasiswi itu diperkosa bergantian sementara rekan prianya dipukuli hingga babak belur.

Keduanya kemudian dilemparkan begitu saja di suatu tempat dalam keadaan telanjang dan luka parah.  Mahasiswi itu sempat mendapat perawatan medis di Singapura namun setelah dirawat 13 hari dia meninggal dunia akibat lukanya yang terlalu parah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.