Putri Presiden Uzbekistan Diperiksa Terkait Pencucian Uang

Kompas.com - 12/03/2014, 22:15 WIB
Gulnara Karimova, putri sulung presiden Uzbekistan. Getty Images/BBCGulnara Karimova, putri sulung presiden Uzbekistan.
EditorErvan Hardoko
BERN, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung Swiss, Rabu (12/3/2014), membuka proses investigasi kasus dugaan pencucian uang yang melibatkan Gulnara Karimova (41), putri sulung presiden Uzbekistan.

Dalam pernyataan resminya, kejaksaan Swiss mengatakan Gulnara Karimova kini diselidiki terkait kasus yang melibatkan empat warga Uzbekisktan yang memiliki keterkaitan dengannya.

Pihak kejaksaan menambahlan bahwa Gulnara sudah diselidiki sejak September 2013 dan vila mewahnya di Cologny di pinggiran kota Geneva sudah digeledah polisi, beberapa pekan setelah kekebalan diplomatiknya dicabut.

Gulnara diyakini sudah meninggalkan Geneva sejak jabatannya sebagai duta besar Uzbekistan untuk PBB di kota itu berakhir. Saat itu pula kekebalan diplomatik Gulnara dicabut.

Jaksa Agung Swiss Michael Luber kepada harian Le Temps mengatakan investigasi terhadap Gulnara awalnya terganjal karena status kekebalan diplomatiknya.

Sebagai bagian dari investigasi, pemerintah Swiss telah membekukan uang sebesar 910 juta dolar AS atau sekitar Rp 10,4 triliun, meski asal uang tersebut belum diketahui pasti.

Penyelidikan aparat Swiss ini meliputi kegiatan bisnis sebuah perusahaan telekomunikasi Swedia, TeliaSonera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sebuah laporan televisi pada 2012, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah Swedia ini dituding memberikan uang sebesar 300 juta dolar AS kepada anak perusahaannya Takilant, untuk mendapatkan hak layanan 3G di Uzbekistan.

Meski TeliaSonera membantah telah melakukan pelanggaran hukum, kasus ini sudah ditangani kejaksaan agung Swedia.

Pemerintah Swiss tidak menyebut TeliaSonera dalam pernyataannya namun mengatakan aparat Swedia juga terlibat dalam penyelidikan kasus yang melibatkan kegiatan bisnis sebuah perusahaan Swedia di Uzbekistan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.