30 Tahun Menanti Eksekusi, Terpidana Mati Terbukti Tak Bersalah

Kompas.com - 12/03/2014, 16:36 WIB
Glenn Ford dijatuhi vonis hukuman mati pada 1984 untuk sebuah kasus pembunuhan. 30 tahun kemudian dia terbukti tak bersalah dan dibebaskan, CNNGlenn Ford dijatuhi vonis hukuman mati pada 1984 untuk sebuah kasus pembunuhan. 30 tahun kemudian dia terbukti tak bersalah dan dibebaskan,
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Bagaimana rasanya menjadi terpidana mati selama 30 tahun sebelum kemudian dibebaskan? Mungkin Glenn Ford (64) bisa menjelaskan pengalamannya menanti kematian selama tiga dekade di dalam sel tahanan.

Glenn menjadi terpidana mati terlama di AS, setelah divonis melakukan pembunuhan yang tak pernah dilakukannya pada 1984. Dia divonis hukuman mati karena dianggap terbukti membunuh Isadore Rozeman, seorang pria kulit putih yang mengelola toko perhiasan dan reparasi jam tangan di Shreveport, Louisiana.

Saat itu, Glenn bekerja untuk Rozeman. Dalam pemeriksaan di kepolisian, Glenn mengatakan bahwa dia diminta Rozeman untuk menggadaikan sebuah revolver kaliber 38 dan sejumlah perhiasan.

Celakanya, pada saat yang sama perampokan terjadi di toko Rozeman yang mengakibatkan pria itu tewas. Si perampok menggunakan revolver kaliber 38 dan membawa kabur perhiasan yang mirip dengan perhiasan yang dibawa Glenn ke tukang gadai.

Di pengadilan, Glenn divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Setelah penantian selama 30 tahun, pada akhir 2013 seorang informan rahasia memberitahu kuasa hukum Glenn bahwa pelaku pembunuhan itu adalah seorang pria yang juga sempat menjadi tersangka kasus ini.

Saat melangkahkan kakinya keluar penjara yang dihuninya selama 30 tahun terakhir, Glenn mengungkapkan rasa bahagianya.

"Saya merasa bahagia, pikiran saya melayang ke berbagai arah. Ya saya merasa bahagia," kata Ford kepada stasiun televisi WAFB-TV.

Kepada stasiun televisi itu, Glenn juga mengaku dirinya sangat marah dengan keputusan salah pengadilan.

"Ya tentu saja saya marah. Saya dipenjara 30 tahun untuk sesuatu yang tak pernah saya lakukan. Apalagi saya tak bisa mengembalikan waktu dan melakukan hal-hal yang bisa saya lakukan saat berusia 35 atau 40 tahun," tambah dia.

Kuasa hukum Glenn Ford menyatakan sangat puas bisa melihat klien mereka akhirnya bebas.

"Kami sangat bersyukur bahwa jaksa dan pengadilan mau mengambil keputusan yang membebaskan Tuan Ford," kata para kuasa hukum, Gary Clements dan Aaron Novod.

Kedua pengacara ini menduga pengadilan Glenn sudah diatur dengan adanya bukti yang ditutupi dan saat itu Glenn didampingi pengacara yang belum berpengalaman.

Glenn Ford menjadi terpidana mati ke-144 yang dibebaskan selama empat dekade terakhir. Menurut organisasi HAM Amnesti Internasional, kasus Glenn Ford menunjukkan lemahnya sistem hukum AS.

"Glenn Ford adalah bukti hidup buruknya sistem hukum AS. Kami senang Ford, seorang warga Afrika-Amerika yang divonis bersalah oleh juri yang semuanya kulit putih, akhirnya selamat dari hukuman mati," kata Thenjiwe Tameika McHarris dari Amnesti Internasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X