Kapal Tanker Korut, Lolos dari Pengawalan AL Libya

Kompas.com - 11/03/2014, 20:53 WIB
Kapal tanker Korea Utara Reuters/VOAKapal tanker Korea Utara "Morning Glory" terlihat di pelabuhan Al-Sidra, Libya.
EditorErvan Hardoko
TRIPOLI, KOMPAS.com - Sebuah kapal tanker Korea Utara yang membawa kargo "ilegal" berupa minyak mentah dari terminal yang dikuasai pemberontak di sebelah timur Libya, lolos dari pengawalan kapal perang Libya yang menggiringnya ke pelabuhan.

"Kapal tanker itu mengambil keuntungan dari cuaca buruk untuk mengarah ke perairan terbuka. Kapal-kapal yang mengepung tanker itu tidak dalam posisi untuk mengejarnya," demikian seorang anggota Kongres Umum Nasional (GNC), otorita politik tertinggi Libya.

Abdelkader Houili, anggota komite energi GNC, kepada stasiun televisi Al-Naba mengatakan bahwa kapal-kapal pemerintah Libya terpaksa berlayar di dekat pantai karena cuaca buruk.

"Tanker itu kemudian melarikan diri memanfaatkan celah itu dan langsung menuju ke perairan terbuka," uajr Houili.

Seorang anggota GNC lainnya membenarkan kabar itu dan kantor berita LANA mengutip seorang anggota GNC lainnya juga mengabarkan hal yang sama, tanker "Morning Glory" lolos dari kawalan kapal-kapal AL Libya.

Sumber-sumber pemerintah dan juru bicara perusahaan minyak Libya, National Oil, belum memberikan konfirmasi soal insiden tersebut.

Pada Senin (10/3/2014) malam, pemerintah Libya mengatakan telah menghentikan kapal tanker itu saat mencoba meninggalkan terminal minyal Al-Sidra. Namun, juru bicara pasukan pemberontak yang memblokade pelabuhan bersikukuh kapal itu masih berada di bawah kendali pemberontak.

Kelompok pemberontak ini menuntut otonomi untuk kawasan Cyrenaica, di timur negeri itu. Untuk menyampaikan tuntutannya kelompok ini memblokade pelabuhan Al-Sidra dan sejumlah terminal ekspor minyak sejak Juli tahun lalu.

Sejumlah kapal tanker mencoba untuk merapat di pelabuhan yang dikuasai pemberontak namun baru "Morning Glory" yang benar-benar bisa merapat.

Kisruh yang menimpa kawasan kunci untuk ekspor minyak mentah ini membuat produksi minyal Libya menurun drastis dari 1,5 juta barel per hari menjadi hanya 250.000 barel per hari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X