Lewat Saluran Telepon, Putin Katakan Referendum Crimea Sah

Kompas.com - 11/03/2014, 13:01 WIB
Sejumlah orang menonton saat kapal perang kapal anti-kapal selam Rusia, Ochakov, ditenggelamkan pada Kamis (6/3/2014) oleh pasukan Rusia di pantai Laut Hitam di luar kota Myrnyi, Crimea Barat. APSejumlah orang menonton saat kapal perang kapal anti-kapal selam Rusia, Ochakov, ditenggelamkan pada Kamis (6/3/2014) oleh pasukan Rusia di pantai Laut Hitam di luar kota Myrnyi, Crimea Barat.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Lewat saluran telepon saat berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa referendum Crimea untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung ke Rusia sah. "Keinginan itu sesuai dengan kerangka hukum internasional," kata Putin di Kremlin sebagaimana warta RIA Novosti pada Selasa (11/3/2014).

Dalam pembicaraan itu, Putin mengemukakan alasan bahwa langkah referendum yang bakal dihelat pada 16 MAret 2014 mendatang dilaksanakan oleh pemerintahan yang sah. Menurut Putin, tujuan referendum adalah mewujudkan keinginan rakyat Crimea.

Sejauh ini, otoritas Crimea menolak pemerintahan baru Ukraina di Kiev. Pemerintah Ukraina saat ini dianggap menggulingkan Presiden Victor Yanukovych sebulan silam.

Sementara itu, Kiev kehilangan kontrol atas Ukraina setelah pasukan tanpa tanda pengenal menguasai kawasan-kawasan strategis di Republik Otonomi yang masuk dalam kewenangan Ukraina itu. Kremlin sudah menyangkal bahwa pasukan tanpa tanda pengenal itu adalah pasukan Rusia. "Mereka hanya milisi lokal," begitu pernyataan Moskwa.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X