Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines Masih Misterius

Kompas.com - 10/03/2014, 13:12 WIB
Tumpahan minyak terlihat di perairan dekat lokasi titik terakhir pesawat Malaysia Airlines terdeteksi. THIENPONGIVNTumpahan minyak terlihat di perairan dekat lokasi titik terakhir pesawat Malaysia Airlines terdeteksi.
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.COM — Upaya pencarian dan penyelamatan internasional masih belum menemukan puing-puing yang bisa dipastikan berasal dari jet Malaysia Airlines, lebih dari dua hari setelah pesawat itu hilang secara misterius, kata seorang pejabat, Senin (10/3/2014).

"Saudari dan saudara, sayangnya, kami belum menemukan apa pun yang tampaknya merupakan obyek dari pesawat itu, apalagi pesawat itu sendiri," kata Azharuddin Abdul Rahman, Kepala Departemen Penerbangan Sipil Malaysia.

Dengan tidak ada petunjuk kuat mengenai apa yang terjadi dengan pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan 370 itu, Azharuddin hanya punya beberapa jawaban atas banyak pertanyaan yang muncul dalam konferensi pers seputar apa yang menimpa pesawat itu. Pesawat tersebut hilang pada Sabtu dini hari dengan 239 orang di dalamnya. Pesawat itu tidak ada sinyal marabahaya.

"Kami memahami bahwa Anda ingin jawaban dari kami. Kami juga sama seperti Anda semua," katanya.


Pihak berwenang Vietnam sebelumnya mengatakan bahwa mereka melihat dua benda mengambang yang tampak dari udara pada Minggu malam, sekitar 80 kilometer dari Pulau Tho Chu. Namun, Azharuddin mengatakan, para pejabat Vietnam belum memastikan kepada Malaysia apakah itu memang puing-puing dari pesawat itu.

"Ada berbagai benda yang telah kami lihat, tetapi tidak satu pun dari semua itu pada saat ini (yang telah dikonfirmasi berasal) dari pesawat tersebut," katanya.

Azharuddin juga membenarkan sejumlah laporan bahwa ada lima penumpang yang telah membeli tiket dan bagasinya telah diperiksa, tetapi tidak naik ke pesawat itu. Ia mengatakan, Malaysia Airlines telah mengeluarkan bagasi para penumpang itu setelah tahu bahwa mereka tidak naik pesawat tersebut. Hal itu sesuai dengan prosedur standar.

Dia juga mengatakan, pihak berwenang masih menunggu hasil analisis sampel minyak yang diambil dari ceceran minyak di laut antara Malaysia dan Vietnam untuk menentukan apakah minyak itu berasal pesawat tersebut. Seorang pejabat lainnya mengatakan, hasil analisis itu bisa diperoleh pada Senin sore ini.

"Kami mencari di setiap sudut. Kami melihat setiap aspek dari apa yang bisa terjadi," katanya. "Sekali lagi, kami harus mendapatkan bukti nyata... kami harus menemukan pesawat itu."

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X