Thailand Buru Jaringan Pencurian Paspor Terkait Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

Kompas.com - 10/03/2014, 09:29 WIB
Paspor Italia (kiri) dan paspor Austria (kanan). SHUTTERSTOCKPaspor Italia (kiri) dan paspor Austria (kanan).
EditorEgidius Patnistik
BANGKOK, KOMPAS.COM - Polisi Thailand, Minggu (9/3/2014), mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki sebuah "jaringan pencurian dan pemalsuan paspor" setelah sejumlah rincian muncul bahwa pemesanan tiket pesawat dengan paspor Eropa curian dilakukan di Thailand untuk penerbangan dengan Malaysia Airlines yang hilang Sabtu lalu.

Dua nama Eropa, yaitu Christian Kozel dari Austria dan Luigi Maraldi dari Italia, tercatat dalam manifes penumpang Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, tetapi kedua orang itu tidak naik pesawat tersebut. Kedua orang itu kehilangan paspor mereka di Thailand dua tahun lalu.

Malaysia telah meluncurkan sebuah penyelidikan tentang kemungkinan aksi teror dalam kasus hilangnya pesawat itu dan Amerika Serikat telah mengirimkan FBI untuk membantu proses itu.

Informasi penerbangan yang dilihat kantor berita AFP menunjukkan, sejumlah tiket dipesan atas nama Maraldi dan Kozel pada 6 Maret 2014. Tiket-tiket itu dikeluarkan di Pattaya, sebuah kota resor pinggir pantai yang populer di selatan ibukota Bangkok. Nomor tiket elektronik penerbangan mereka berurutan dan keduanya membayar dengan uang bath Thailand. Masing-masing tiket harganya 20.215 bath (Rp 7,1 juta). Kozel membeli tiket untuk perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan Boeing 777 Malaysia Airlines. Dari Beijing dia ke Amsterdam di Belanda, lalu ke Frankfurt di Jerman. Maraldi memesan penerbangan yang sama sampai ke Amsterdam. Dari sana dia melanjutkan perjalanan ke Kopenhagen, Denmark.

Interpol memastikan bahwa "setidaknya dua paspor" yang telah dicatat dalam database Dokumen Perjalanan Dicuri dan Hilang (Stolen and  Lost Travel Documents/SLTD) lembaga itu telah digunakan oleh penumpang pada penerbangan MH370 yang membawa 239 orang itu. "Paspor Austria dan Italia itu telah ditambahkan ke dalam database SLTD Interpol setelah masing-masing hilang di Thailand tahun 2012 dan 2013," kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat senior kepolisian Thailand mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki jaringan pemalsuan dan pencurian paspor di pulau wisata Phuket, di mana paspor Maraldi dicuri. "Sebuah tim polisi gabungan polisi lokal dan imigrasi sedang bekerja untuk melacak sebuah jaringan pemalsuan dan pencurian paspor," kata komandan polisi Panya Mamen.

Seorang pejabat distrik di Phuket mengatakan, Maraldi telah memperkenalkan dirinya ke polisi di sana pada hari Minggu. "Seorang turis Italia, Luigi Maraldi, telah bertemu dengan komandan polisi wilayah selatan hari ini di Phuket untuk melaporkan bahwa dia tidak berada di pesawat itu dan paspornya telah dicuri sejak tahun lalu," kata Letnan Kolonel Polisi Akanit Danpitaksart kepada AFP.

Dia mengatakan, mereka tidak punya informasi tentang paspor Kozel tetapi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Austria, Martin Weiss, mengatakan pada hari Minggu bahwa paspor itu telah dicuri dalam penerbangan dari Phuket ke Bangkok.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X