Pemerintah Libya Ancam Ledakkan Tanker Korea Utara

Kompas.com - 09/03/2014, 02:53 WIB
Inilah situasi sebuah pelabuhan dan instalasi pengisian minyak mentah Hariqa, Tobruk, Libya. AFPInilah situasi sebuah pelabuhan dan instalasi pengisian minyak mentah Hariqa, Tobruk, Libya.
EditorErvan Hardoko
TRIPOLI, KOMPAS.com - Pemerintah Libya, Sabtu (8/3/2014), mengancam akan meledakkan sebuah kapal tanker berbendera Korea Utara karena dianggap mengangkut minyak secara ilegal di pelabuhan Al-Sidra.

Kelompok militan yang memblokade fasilitas minyak Al-Sidra berusaha untuk memasukkan minyak mentah ke dalam kapal Morning Glory.

"Jaksa Agung sudah memberikan perintah agar kapal itu berhenti memuat minyak," kata PM Libya, Ali Zeidan dalam sebuah jumpa pers.

"Semua pihak harus menghormati kedaulatan Libya. Jika kapal itu tidak mengindahkan peringatan ini, kami akan meledakkannya," tambah Zeidan.

Zeidan melanjutkan, pemerintah sudah memerintahkan kapten kapal tanker itu untuk meninggalkan perairan Libya. Namun, kata Zeidan, sekelompok orang bersenjata di atas kapal itu memaksanya untuk tidak meninggalkan pelabuhan.

Wakil menteri pertahanan Libya, Khaled al-Sherif mengatakan angkatan udara dan laut Libya sudah siap untuk menghancurkan kapal tersebut. Meski demikian,seorang anggota parlemen tenggat waktu yang diberikan pemerintah sebenarnya sudah habis pada pukul 14.00 atau sekitar pukul 19.00 WIB.
 
"Dan ternyata tidak ada tindakan apapun," kata anggota parlemen itu.

Cyrenaica, yang secara sepihak memproklamirkan pemerintahan terpisah dari Tripoli mengatakan ekspor minyak mentah dari Al-Sidra kini sudah dimulai.

"Kami mengumumkan kepada warga Libya dan seluruh dunia bahwa kami mulai mengekspor minyak," kata Rabbo al-Barassi, kepala biro eksekutif Cyrenaica yang dibentuk Agustus tahun lalu oleh para aktivis federalis.

"Kami tidak menentang pemerintah atau parlemen. Kami hanya menuntut hak kami," tambah Al-Barassi.

Sekelompok orang di kota pelabuhan di wilayah timur Libya itu menuntut agar otonomi yang sempat dinikmati wilayah timur tak lama setelah Libya merdeka pada 1951, diberlakukan kembali.

Mereka juga menuding pemerintah Tripoli melakukan korupsi dan menuntut distribusi pendapatan dari minyak mentah secara lebih merata.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X