Kompas.com - 04/03/2014, 22:39 WIB
Pasukan pro-Rusia yang menduduki pangkalan udara Belbek, dekat Sevastopol, Crimea memberikan tembakan peringatan ketika sekitar 300 prajurit Ukraina yang tak bersenjata mendatangi mereka. Getty Images/Daily MailPasukan pro-Rusia yang menduduki pangkalan udara Belbek, dekat Sevastopol, Crimea memberikan tembakan peringatan ketika sekitar 300 prajurit Ukraina yang tak bersenjata mendatangi mereka.
EditorErvan Hardoko
KIEV, KOMPAS.com — Pasukan Rusia, Selasa (4/3/2014), melepaskan tembakan peringatan ke arah ratusan prajurit Ukraina di sebuah pangkalan militer di dekat kota Sevastopol, di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Crimea.

Pasukan pro-Rusia yang menduduki lapangan terbang Belbek, dekat Sevastopol, melepaskan tembakan ke udara ketika sekitar 300 orang prajurit Ukraina menghampiri mereka.

"Mereka melepaskan sejumlah tembakan ke udara dan mengancam akan menembak jika prajurit Ukraina terus mendekat," kata Oleksey Khramov, ujar seorang perwira di pangkalan militer itu.

Pasukan Ukraina, lanjut Khramov, yang tidak membawa senjata akhirnya memutuskan berhenti untuk menghindari konfrontasi.

Dalam rekaman video yang ditayangkan stasiun televisi Inggris, Sky, memperlihatkan seorang prajurit pro-Rusia mendekati pasukan Ukraina.

"Berhenti. Saya minta perwira kalian datang! Atau kami tembak kaki kalian," kata prajurit itu.

"Kalian akan membayar ini, kalian harus bertanggung jawab," ujar seorang prajurit Ukraina kesal.

Para prajurit pro-Rusia itu kemudian meminta para prajurit Ukraina tenang, tetapi menuduh mereka terlebih dahulu melakukan provokasi.

Pasukan pro-Rusia mengepung sejumlah pangkalan militer Ukraina di Crimea, pada saat kawasan otonomi berpenduduk Rusia itu masuk ke dalam pusaran konflik setela tergulingnya Presiden Viktor Yanukovych bulan lalu.

Meski ketegangan sangat terasa, hingga saat ini kekhawatiran adanya invasi militer Rusia belum terbukti.

"Tadi malam sangat tenang," kata juru bicara kementerian pertahanan Ukraina, Vladyslav Seleznyov, di ibu kota Simferopol.

Sebelumnya, Rusia mengultimatum pasukan Ukraina di Crimea untuk menyerang atau menghadapi serangan besar-besaran. Namun, Rusia membantah adanya ultimatum itu.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X