Kompas.com - 04/03/2014, 19:03 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. AFPPemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
EditorErvan Hardoko
PYONGYANG, KOMPAS.com — Akhir pekan ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan "bertarung" dalam pemilihan umum. Dia menjadi wakil dari kawasan Gunung Paektu, sebuah gunung suci di dekat perbatasan China, tempat Kim Jong Il, konon, dilahirkan.

Namun, berbeda dengan pemilihan umum di berbagai negara yang menyediakan banyak nama wakil rakyat untuk dipilih, para pemilih di Korea Utara tak mempunyai pilihan lain. Sebab, di dalam kartu suara hanya ada satu nama, yaitu Kim Jong Un.

Bahkan, di semua tempat pemungutan suara (TPS) di Korea Utara, semua kartu suara hanya berisi satu nama, sekali lagi, nama itu adalah Kim Jong Un. Dan, nyaris tak mungkin warga Korea Utara tak memilih Kim Jong Un, kecuali mereka yang cukup berani untuk mendapatkan masalah di kemudian hari.

Dengan demikian, pemilu Korea Utara tak lebih dari sebuah ajang untuk memantau adanya benih-benih perlawanan rakyat.

Seorang pelarian Korea Utara, Ji Hoon Park, mengatakan, pemilihan umum Korea Utara bukan saat rakyat negeri itu menyampaikan pandangan dan pilihannya.

"Sekolah-sekolah Korea Utara tidak mengajarkan mengapa pemilihan umum merupakan proses penting dalam sebuah negara. Rakyat tak memiliki ide tentang hak memilih," kata Park.

Pemilihan umum bahkan dijadikan sarana untuk mengumpulkan rakyat dan memberikan "pelajaran patriotisme".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rakyat dikumpulkan di lapangan dan meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika," kata pelarian lainnya, Mina Yoon.

Biasanya, warga diarahkan ke TPS oleh para kepala komite wilayah. Di sepanjang jalan banyak dipasang poster yang menganjurkan warga untuk memilih. Di TPS, sebelum memilih, warga harus membungkuk untuk memberi hormat kepada foto keluarga Kim.

Selama ini, Partai Pekerja Korea dianggap sebagai partai penguasa. Namun, sebenarnya di Korea Utara terdapat tiga kelompok politik lain dalam sistem pemerintahan negeri itu yang kemudian membentuk Front Demokratik untuk Reunifikasi Negara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.