Gazprom Batalkan Diskon Harga Gas untuk Ukraina

Kompas.com - 04/03/2014, 18:33 WIB
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev (kiri) melakukan pembicaraan dengan Direktur Gazprom Alexei Miller di Moskwa, Selasa (4/3/2014). Dalam pertemuan itu Alexei Miller melaporkan keputsan Gazprom mencabut diskon harga gas yang diimpor Ukraina. ALEXANDER ASTAFIEV / RIA NOVOSTI POOL / AFPPerdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev (kiri) melakukan pembicaraan dengan Direktur Gazprom Alexei Miller di Moskwa, Selasa (4/3/2014). Dalam pertemuan itu Alexei Miller melaporkan keputsan Gazprom mencabut diskon harga gas yang diimpor Ukraina.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com - Raksasa energi Rusia, Gazprom, Selasa (4/3/2014), memutuskan untuk mengakhiri potongan harga gas untuk Ukraina mulai April mendatang.

Namun, perusahaan itu menawarkan pinjaman sebesar 3 miliar dollar AS atau hampir Rp 35 triliun kepada Kiev untuk mengatasi utang negeri itu.

"Gazprom memutuskan tidak akan memperpanjang potongan harga mulai bulan depan," kata Direktur Utama Gazprom Alexei Miller, kepada kantor berita ITAR-TASS.

Alexei menambahkan perusahaan itu justru menawarkan pinjaman bernilai antara 2-3 miliar dolar AS untuk membayar utang tahun lalu dan membayar pasokan gas untuk tahun ini.

Sebelumnya, pada Sabtu (1/3/2014), Gazprom mengatakan Ukraina belum membayar impor gas tahun lalu sebesar 1,55 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun.

Sementara itu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mendukung keputusan yang diambil Gazprom terkait pembatalan pemotongan harga.

"Keputusan yang diambil Gazprom terkait pembatalan subsidi dalam kondisi saat ini, sangat adil," kata Medvedev usai pertemuan dengan Alexei Miller di Moskwa.

Potongan harga impor gas itu merupakan bagian dari mekanisme dukungan Rusia untuk Ukraina menyusul keputusan pemerintahan presiden Viktor Yanukovych pada November lalu yang membatalkan rencana kerja sama dengan Uni Eropa dan lebih memilih mendekati Rusia.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber RIA Novosti,
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X