Kompas.com - 28/02/2014, 11:31 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Sekitar 50 orang bersenjata berseragam militer menduduki Bandar Crimea di ibu kota Simferopol. Crimea adalah Republik Otonomi yang menjadi bagian dari Ukraina. Terletak di tepi Laut Hitam, Crimea berpenduduk warga Ukraina berbahasa Rusia. Di situlah kantung utama pendukung Presiden Viktor Yanukovych yang kini memilih kabur ke Rusia, tulis Interfax  pada Jumat (28/2/2014).

Menurut media itu, kelompok bersenjata itu menggunakan tiga buah truk untuk tiba di bandara. Mereka juga mengibarkan bendera angkatan laut (AL) Rusia di bandara itu. Kelompok tersebut menguasai terminal domestik Bandara Crimea.

Sebelumnya, Kamis, sekitar 100 orang bersenjata berseragam militer menduduki gedung parlemen Crimea. Mereka juga mengibarkan bendera Rusia di atap gedung itu.

Penduduk Ukraina berbahasa Rusia juga banyak berdiam di Sevastopol, Crimea. Sementara itu, Rusia meningkatkan kewaspadaan di perbatasan negara itu dengan Ukraina. Setidaknya, patroli pesawat jet tempur makin intensif di perbatasan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.