Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/02/2014, 16:30 WIB
EditorErvan Hardoko
GENEVA, KOMPAS.com — Sebagai mantan penjaga kamp tahanan Korea Utara, Ahn Myong Chol sudah sering melihat adegan kekejaman di sana. Namun, ada satu peristiwa yang tak bisa hilang dari ingatannya.

Peristiwa itu adalah ketika anjing-anjing penjaga kamp menyerang dan mencabik-cabik anak-anak penghuni sebuah kamp tahanan hingga tewas. Ahn, yang selama delapan tahun bekerja menjadi penjaga kamp tahanan nomor 15, hingga dia meninggalkan Korea Utara pada 1994, mengenang pengalaman mengerikan itu.

Dia melihat tiga anjing yang lepas dari pengawasan penjaganya. Anjing-anjing itu langsung menyerang lima anak yang baru pulang dari sekolah, yang ada di dalam kamp itu.

"Tiga anak langsung tewas di tempat. Dua anak lainnya masih hidup meski terluka parah. Para penjaga lalu menguburkan kedua anak itu hidup-hidup," ujar Ahn, yang berbicara di sela-sela konferensi para aktivis HAM di Geneva, Swiss, Selasa (25/2/2014).

Sehari setelah peristiwa mengerikan itu, para penjaga tidak membunuh anjing-anjing ganas itu. Mereka malah memelihara ketiga anjing tersebut dan memberi mereka makanan istimewa sebagai "hadiah".

"Para tahanan di kamp diperlakukan lebih buruk dari hewan. Mereka layaknya lalat yang bisa dibunuh kapan saja," tambah Ahn.

Ahn adalah satu dari banyak pelarian Korea Utara yang memberikan kesaksian di hadapan tim penyelidik PBB. Pekan lalu, tim itu merilis hasil temuan mereka terkait pelanggaran HAM yang dilakukan Korea Utara.

Setelah meninggalkan negaranya pada dua dekade lalu, Ahn bekerja di sebuah bank di Korea Selatan. Namun, dia kemudian terlibat dalam aktivitas menolak perluasan kamp tahanan di negeri komunis itu.

Tiga tahun lalu, Ahn berhenti dari pekerjaannya di bank. Dia kemudian mendedikasikan seluruh waktunya untuk organisasi yang dikelolanya, "Free NK Gulag".

"Ini adalah misi hidup saya untuk menyebarkan pemahaman soal apa yang terjadi di kamp-kamp tahanan Korea Utara," katanya.

Saat ini, sebanyak 80.000 hingga 120.000 tahanan politik mendiami berbagai kamp tahanan di Korea Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.