Polisi Israel Bentrok dengan Demonstran Palestina di Masjid Al Aqsa

Kompas.com - 25/02/2014, 14:57 WIB
Masjid Al Aqsa wikipedia.orgMasjid Al Aqsa
EditorEgidius Patnistik
JERUSALEM, KOMPAS.COM — Polisi Israel, Selasa (25/2/2014) pagi, memasuki kompleks Masjid Al Aqsa yang sensitif di Kota Tua Jerusalem untuk membubarkan para demonstran Palestina yang melemparkan batu. Demikian kata seorang juru bicara polisi.

Polisi menggunakan sejumlah granat kejut untuk membubarkan warga Palestina, kata Micky Rosenfeld, kepada kantor berita AFP. Rosenfeld menambahkan, ada "ketegangan yang tinggi" menjelang pembahasan di parlemen Israel pada Selasa malam soal rencana mencaplok situs itu, yang dikenal orang Yahudi dengan nama Temple Mount.

Dia menambahkan, batu-batu yang dilemparkan para demonstran Palestina telah melukai dua polisi Israel, sementara tiga pengunjuk rasa Palestina ditangkap.

"Polisi tetap ditempatkan di Temple Mount dan kunjungan wisatawan terus berlanjut," kata Rosenfeld.

Parlemen Israel atau Knesset akan berdebat pada malam hari ini terkait sebuah rancangan undang-undang yang diperkenalkan Moshe Feiglin, anggota garis keras dari Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang membayangkan "penerapan kedaulatan Israel" atas kompleks tersebut.

Tidak akan ada pemungutan suara pada akhir perdebatan itu. Netanyahu sendiri menentang rancangan undang-undang itu dan para komentator mengatakan hal itu tidak mungkin untuk menarik banyak dukungan.

Kompleks Al Aqsa, yang terletak di Kota Tua Jerusalem, merupakan sumbu konflik karena signifikansinya bagi kaum Muslim dan Yahudi. Kompleks itu terletak di atas plaza Tembok Barat, menjadi lokasi Dome of the Rock dan Masjid Al Aqsa serta merupakan situs ketiga tersuci dalam Islam.

Bagi Yudaisme, kompleks itu juga menjadi tempat tersuci karena merupakan situs sinagoga Yahudi pertama dan kedua.

Situs tersebut berada di Jerusalem timur yang dicaplok Israel, tetapi dikelola otoritas keagamaan Muslim.

Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X