Kompas.com - 24/02/2014, 22:56 WIB
EditorErvan Hardoko
GAZA CITY, KOMPAS.com — Kepolisian Gaza menahan sejumlah orang yang diduga terlibat pembunuhan dua remaja perempuan Palestina. Salah seorang dari korban, tewas akibat pembunuhan "kehormatan". Demikian otorita Hamas mengatakan, Senin (24/2/2014).

Kepolisian menahan kerabat salah satu korban saat mereka sedang mencoba memakamkan sang gadis remaja di sebuah pemakaman dekat Jabaliya, sebelah utara Gaza City, Kamis pekan lalu.

"Sang ayah memukuli korban beberapa hari sebelum kematiannya," kata juru bicara kepolisian Gaza, Ayyub Abu Shaar.

Sementara itu, Pusat HAM Palestina (PCHR) di Gaza mengatakan, hasil otopsi menunjukkan adanya tanda-tanda penyiksaan di tubuh gadis berusia 17 tahun itu, termasuk bekas luka yang tak diobati akibat siksaan fisik selama bertahun-tahun.

Polisi juga menemukan jasad gadis remaja lain di distrik Khan Yunis, sebelah selatan Gaza yang diduga merupakan korban pembunuhan "kehormatan".

"Korban dibunuh saudara laki-lakinya dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Senjata yang digunakan untuk membunuh korban sudah ditemukan," tambah Abu Shaar.

PCHR mengatakan, korban kedua ini berusia 18 tahun dan tewas akibat tusukan pisau di lehernya. Organisasi ini menyerukan penyelidikan menyeluruh untuk kedua kasus ini dan menyeret pelakunya ke pengadilan.

"PCHR menyerukan agar pemerintahan di Gaza mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan kejahatan seperti ini dan melindungi perempuan dari kekerasan," ujar PCHR dalam sebuah pernyataan resmi.

Apa yang disebut sebagai pembunuhan "kehormatan" dilakukan saat sebuah keluarga membunuh kerabatnya yang dianggap mencoreng nama baik keluarga. Tindakan semacam ini masih kerap terjadi di Palestina.

Pada 2011, menyusul pembunuhan seorang perempuan di kota Hebron, Tepi Barat, Presiden Mahmoud Abbas saat itu berjanji akan mengamandemen undang-undang lama yang menganggap pembunuhan "kehormatan" itu sebagai sebuah pembelaan diri.

Namun, sejumlah kelompok pembela hak perempuan mengatakan amandemen itu —yang belum diimplementasikan— tak akan banyak mengubah kondisi saat ini karena pengadilan biasanya tetap mengganjar pelaku pembunuhan "kehormatan" dengan hukuman ringan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.