Norwegia Khawatir Para Alumnus Suriah Tingkatkan Ancaman Terorisme

Kompas.com - 24/02/2014, 20:15 WIB
Sebuah studi menyebutkan sebanyak 3.300 hingga 11.000 warga asing dari 70 negara ikut bertempur di Suriah melawan rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Reuters/Al ArabiyaSebuah studi menyebutkan sebanyak 3.300 hingga 11.000 warga asing dari 70 negara ikut bertempur di Suriah melawan rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
EditorErvan Hardoko
OSLO, KOMPAS.com — Badan intelijen Norwegia (NIS), Senin (24/2/2014), mengkhawatirkan meningkatnya "ancaman teroris" di negeri itu terkait puluhan warga Norwegia yang ikut berperang di Suriah.

Sekitar 40-50 warga negara Norwegia diketahui pernah atau sedang berperang di Suriah bersama kelompok yang menentang rezim Presiden Bashar al-Assad.

Saat kembali ke negerinya, NIS khawatir mereka akan membawa ideologi radikal yang diperoleh saat bertempur di Suriah. Demikian salah satu isi laporan tahunan NIS.

"Kami menyimpulkan bahwa ancaman terorisme sudah meningkat dan akan terus meningkat sepanjang 2014," kata Direktur NIS, Jenderal Kjell Grandhagen.

Grandhagen menambahkan, sebagian besar warga Norwegia yang bertempur di Suriah bergabung dengan kelompok-kelompok militan seperti Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL).

NIS memperkirakan 2.000 orang dari berbagai negara Eropa kini tengah bertempur melawan rezim Suriah. Namun, NIS tidak menjelaskan bagaimana organisasi itu mendapatkan data tersebut.

Sementara itu, harian terbitan Norwegia Verdens Gang melaporkan puluhan perempuan negeri itu berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok pemberontak.

Akhir 2013, dua perempuan warga Norwegia berdarah Somalia menjadi bahan berita di negeri tersebut setelah memutuskan pergi ke Suriah untuk ikut bertempur, tetapi ditemukan ayah mereka beberapa pekan setelahnya dan dibawa kembali pulang ke Norwegia.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X