Kompas.com - 24/02/2014, 01:24 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

VATIKAN, KOMPAS.com — Paus Fransiskus, Minggu (23/2/2014), meminta 19 kardinal yang baru dilantiknya untuk menghindari intrik, gosip, dan kronisme.

"Seorang kardinal memasuki Gereja Roma, saudara-saudaraku, bukan (memasuki) istana," kata Paus selama misa yang dihadiri oleh para kardinal yang baru ditunjuk pada Sabtu (22/2/2014).

"Semoga kita semua menghindari serta membantu orang lain untuk menghindari kebiasaan dan cara bertindak khas dari pengadilan, (yaitu) intrik, gosip, geng, pilih kasih, dan keberpihakan," imbuh Paus.

Nasihat tersebut disampaikan Paus Fransiskus saat Gereja Katolik Roma sedang memulihkan citra setelah mencuat skandal keuangan dan tuduhan menutup-nutupi skandal pelecehan anak oleh para imam.

Sebuah dewan kardinal dibentuk Paus untuk menasihatinya soal reformasi Vatikan. Pada Selasa (25/2/2014), akan mendengar laporan soal reformasi bank Vatikan, dan pada Rabu (26/2/2014) bakal menggelar pembahasan tentang program organisasi dan ekonomi.

"Kita mencintai orang-orang yang memusuhi kita, memberkati mereka yang bicara buruk tentang kita, menyambut dengan senyum mereka yang mungkin tidak layak mendapatkannya," lanjut Paus.

"Kita menegaskan diri (bahwa) kita menentang arogansi dengan lemah lembut, melupakan penghinaan yang kita alami," imbuh Paus.

Pada tradisi audiensi umum pada 12 Februari 2014, Paus Fransiskus juga telah meminta jemaat tidak bergosip setelah misa. Paus juga meminta mereka berhenti mengomentari cara orang berpakaian.

"Saudaraku para kardinal, Yesus tidak datang untuk mengajar kita sopan santun (tentang) bagaimana berperilaku baik di meja. (Kalau hanya) untuk melakukan itu, dia tak harus turun dari langit dan mati di kayu salib," ujar Paus.

Misa pada Minggu diadakan setelah konsistori, pertemuan para kardinal dari seluruh dunia, Kamis (20/2/2014). Pada pertemuan itu para kardinal membahas topik soal keluarga.

Adapun penunjukan 19 kardinal pada Sabtu merupakan yang pertama dilakukan pada masa kepausan Fransiskus. Sembilan dari 19 kardinal itu berasal dari Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Para pengamat Vatikan menilai komposisi ini akan membantu Vatikan mengatasi bias dominasi kardinal dari Eropa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.